BolaSkor.com - Wahyu Tri Nugroho tak pernah melupakan kenangan bersama Stadion Manahan Solo. Gemuruh suporter Pasoepati yang membuat putra asal Sukoharjo kemudian bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Wahyu Tri merupakan salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Persis Solo. Saat usia 20 tahun, Wahyu Tri sukses mengembalikan kejayaan Persis Solo. Dia mengantarkan Laskar Sambernyawa menjadi runner up Divisi Satu 2006, sekaligus mengembalikan ke kasta tertinggi Divisi Utama 2007.

Itulah penantian super panjang tim dengan tujuh gelar perserikatan tersebut. Persis Solo bertahun-tahun terseok-seok di kasta ketiga dan kedua kompetisi nasional. Wahyu Tri menjadi salah satu pahlawan bawah mistar.

Keberhasilan membawa Persis Solo berprestasi merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Enam tahun sebelum itu, Wahyu Tri merupakan anggota sekolah sepak bola (SSB) Putra Sukoharjo. Dia takjub ketika menjadi anak gawang dalam pertandingan Pelita Solo di Stadion Manahan.

Baca Juga:

Sikap Kiper Bhayangkara FC terkait Renegosiasi Kontrak Liga 1

Winger Persija Jakarta Heri Susanto Beri Respons soal Renegosiasi Kontrak

"Ketika itu, jadi anak gawang saja sudah senang. Saya lihat suporternya banyak sekali. Dari situ mulai punya cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional," cerita Wahyu Tri ketika berada di Titik Nol Pasoepati, Rabu (22/7).

Wahyu Tri kembali ke Manahan pada 2006. Sebelum itu, dia sudah lebih dulu bersama Timnas Indonesia U-17 di Medan. Wahyu Tri juga sempat masuk dalam proyek Persiba Bantul. Kala itu, penggawa Timnas U-20 memang dikumpulkan dalam tim Persiba.

Wahyu Tri kembali ke Stadion Manahan Solo sebagai pemain Persis Solo pada 2006. Dia masih ingat euforia suporter Pasoepati yang memberikan dukungan penuh pada Persis Solo.

"Tiga musim saya membela Persis Solo. Tentu saja itu memiliki kesan khusus buat saya. Apalagi ketika mengantarkan promosi, usia saya baru 20 tahun. Suporter di Solo luar biasa," tutur Wahyu Tri.

Wahyu Tri Nugroho
Wahyu Tri saat menyerahkan barang yang dikenakannya saat membela Persis Solo kepada presiden pertama Pasoepati, Mayor Haristanto. (BolaSkor.com/Putra Wijaya)



Bahkan, saking memiliki kesan khusus, Wahyu Tri masih menyimpan sarung tangan, sepatu, jersey hingga koper yang didapat ketika berseragam Persis Solo tahun 2006-2008. Barang-barang ini disumbangkan ke Museum Titik Nol Pasoepati yang diprakarsai Mayor Haristanto. Sosok ini merupakan presiden pertama Pasoepati.

"Barang-barang ini masih saya simpan. Walau sudah tidak bagus lagi, tapi barang-barang ini memiliki kesan khusus. Sekarang semua saya titipkan di sini," tutur Wahyu Tri.

Wahyu Tri masih menyimpan keinginan besar untuk berseragam Persis Solo lagi. Wahyu Tri mengklaim semua pemain pasti ingin bermain untuk tim kebanggaan Kota Solo. Bukan karena dekat dengan rumah, namun karen euforia suporter yang luar biasa.

"Musim ini nyaris saya balik ke Persis Solo lagi. Benar-benar nyaris. Tapi kemudian manajemen Bhayangkara FC meminta saya untuk bertahan," jelasnya.

"Pasti, pasti saya punya keinginan untuk balik lagi. Tapi saya akan balik sebagai profesional. Artinya, saya akan kembali bukan ketika kondisi sudah menurun. Saya harus kembali dalam kondisi top performa," pungkasnya.

Wahyu Tri masih terikat kontrak dengan Bhayangkara FC hingga akhir musim ini. Bukan tak mungkin musim depan Wahyu Tri benar-benar kembali berseragam Persis Solo. (Laporan kontributor Putra Wijaya)