BolaSkor.com - Pada 29 June 2003, Perugia mengumumkan pemain yang baru mereka datangkan. Pemain yang bukan sembarangan. Pemain yang didatangkan Perugia adalah Saadi Gaddafi , anak dari pemimpin Libya saat itu Muammar Gaddafi .

Saadi Gaddafi memang seorang pemain sepak bola. Kariernya dimulai di Libya bersama Ahly Tripoli pada 2000. Namun di sana dia hanya bertahan setahun dan hijrah ke Al-Ittihad.

Pada tahun 2001, Saadi dinobatkan sebagai penyerang terbaik Libya setelah mencetak 20 gol dari 74 penampilan di Al-Ittihad. Selang dua tahun kemudian, Saadi memutuskan menimba ilmu di Italia.

Baca Juga:

Nostalgia - Final Piala Eropa 1976, Lahirnya Penalti Panenka, dan Kisah di Baliknya

Nostalgia - Drama Korea Ahn Jung Hwan dan Kontroversi Byron Moreno di Piala Dunia 2002

Piala Dunia 2014, Gol Bersejarah Van Persie, dan Akhir Era Tiki-Taka Spanyol

Sebagai catatan, Saadi merupakan kapten tim nasional Libya dan klub, serta merupakan presiden federasi sepak bola Libya.

Pada pertengahan Juni 2003, Saadi mulai berlatih bersama Perugia. Hanya kurang dari dua pekan kemudian, Perugia mengumumkan merekrut sang pemain dengan ikatan kontrak dua tahun.

Menariknya, saat itu Saadi masih menjadi salah satu pemegang saham dan memiliki jabatan di dewan direksi Juventus. Alhasil, untuk bisa bergabung dengan Perugia, Saadi harus mengundurkan diri dari jabatan serta melepas sahamnya di Juventus.

Sontak kabar bergabungnya Saadi sebagai pemain Perugia mendapatkan sorotan. Berbagai kritik datang. Banyak yang menganggap semua ini adalah aksi publisitas semata. Meski semua itu dibantah keras oleh presiden Perugia Luciano Gaucci.

Sang presiden mengklaim bahwa langkah merekrut Saadi murni karena sepak bola. "Di atas semua itu, saya memercayai dia sebagai pribadi dan kemampuannya sebagai pemain."

Resmi menjadi pemain Perugia, Saadi kemudian merekrut pemain legendaris Argentina Diego Maradona sebagai konsultan teknik. Tak hanya itu, Saadi juga mempekerjakan sprinter Kanada Ben Johnson sebagai pelatih pribadi.

Lepas dari semua kontroversi, apa yang disampaikan Gaucci tidak tercermin di atas lapangan. Saadi sama sekali tidak menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang terbaik Libya. Dalam dua musim kontraknya, Saadi hanya mencatat satu penampilan.

Dan, satu-satunya penampilan itu juga datang setelah Saadi menjalani hukuman tiga bulan larangan tanding. Hukuman yang dijatuhkan karena sebelumnya Saadi diketahui menggunakan doping berupa steroid.

Pada 2005, Saadi pindah ke Udinese setelah meneken kontrak berdurasi setahun. Serupa dengan saat di Perugia, Saadi juga hanya tampil sekali di Udinese. Sempat mampir ke Sampdoria tanpa pernahh bermain, Saadi akhirnya gantung sepatu pada 2007.

Di negaranya, pada 2011, Saadi menjadi komandan pasukan khusus tentara Libya dan terlibat dalam perang saudara. Pada tahun yang sama Interpol mengeluarkan perintah penangkapan kepada Saadi yang kemudian ditangkap pada Maret 2014.

Saadi menghadapi dakwaan pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. Akan tetapi pada 2018 Saadi lepas dari dakwaan pembunuhan dan hanya menerima hukuman percobaan setahun karena mengonsumsi dan memiliki minuman beralkohol.