BolaSkor.com - Filosofi Total Football yang diterapkan Tim Nasional Belanda pernah mencuri perhatian dunia dalam beberapa kesempatan. Permainan menyerang dengan risiko tinggi membuat Der Oranje cukup dihormati.

Belanda kerap menyandang status sebagai Juara tanpa Mahkota. Hal itu tak lepas dari kesialan Negeri Kincir Angin kala berlaga di turnamen besar.

Sampai saat ini, Belanda baru meraih satu gelar bergengsi yaitu Piala Eropa 1988. Sementara di Piala Dunia, mereka hanya tiga kali merebut predikat runner up.

Baca Juga:

Tak Bisa Beraksi, Virgil van Dijk Tetap Dibawa ke Piala Eropa 2020

Skuad Lengkap Grup C Piala Eropa 2020

De Ligt Ungkap Alasan Tolak Vaksin Virus Corona Jelang Piala Eropa

Padahal dalam perjalanannya, Belanda kerap menampilkan permainan yang enak ditonton. Salah satunya tersaji pada Piala Eropa 2008.

Dalam turnamen yang berlangsung di Austria dan Swiss, undian memasukkan Belanda ke grup C. Tim yang ditangani Marco van Basten harus bersaing dengan Italia, Prancis, dan Rumania.

Tidak banyak yang menjagokan Belanda mampu lolos dari fase grup. Hal itu tak lepas dari status Italia dan Prancis yang merupakan finalis Piala Dunia dua tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, Belanda justru tampil tanpa beban. Ruud van Nistelrooy dan kawan-kawan mampu tampil memukau di fase grup.

Belanda menghancurkan Italia pada laga perdana.

Pada laga perdana, Belanda tanpa ampun menghancurkan sang juara dunia, Italia. Tak tanggung-tanggung, Gli Azzurri dibantai tiga gol tanpa balas.

Tiga gol Belanda dicetak oleh Van Nistelrooy, Wesley Sneijder, dan Giovanni Van Bronckhorst. Hasil ini merupakan sebuah kejutan.

Namun kejutan Belanda tak berhenti sampai di situ. Pada laga kedua, giliran Prancis yang menjadi korban keganasan mereka.

Les Blues dihancurkan dengan skor telak juga, 4-1. Kali ini empat gol Dirk Kuyt, Robin van Persie, Arjen Robben, dan Sneijder hanya mampu dibalas sekali oleh Thierry Henry.

Prancis juga tak berkutik di hadapan Belanda

Kemenangan atas Prancis memastikan kelolosan Belanda ke perempat final. Sebuah start yang sangat mengesankan.

Belanda kemudian menyempurnakan kiprahnya di fase grup dengan menang 2-0 atas Rumania pada laga terakhir. Klaas-Jan Huntelaar dan Van Persie mencetak kedua gol tersebut.

Ironisnya, penampilan gemilang Belanda seperti hilang tak berbekas kala berlaga di perempat final. Mereka harus mengakui keunggulan Rusia yang ditangani Guus Hiddink lewat babak perpanjangan waktu.