BolaSkor.com - Timnas Putri Indonesia akan menghadapi Piala Asia Wanita 2022 di India pada 20 Januari sampai 6 Februari mendatang. Skuat Garuda Pertiwi tergabung di Grup B bersama Australia, Thailand, dan Filipina.

Timnas Putri Indonesia akan berangkat ke India pada 16 Januari 2022 dengan membawa 23 pemain. Timnas Putri akan melawan Australia pada laga perdana, 21 Januari mendatang. Disusul melawan Thailand (24 Januari) dan Filipina (27 Januari).

Ini merupakan keberhasilan Timnas Putri lolos ke Piala Asia Wanita usai 30 tahun lamanya menunggu. Sekaligus kelima kalinya Garuda Pertiwi mentas di Piala Asia Wanita.

Baca Juga:

Target Zahra Muzdalifah di Piala Asia, Lolos Fase Grup dan Bobol Gawang Australia

Timnas Putri Lawan Australia dan Thailand, Faktor Mental Akan Jadi Pembeda

Timnas Putri Indonesia
Timnas Putri Indonesia. (PSSI)

Perjalanan Sepak Bola Wanita

Tidak banyak arsip sepak bola wanita Indonesia yang tersimpan. Namun, sebelum Timnas Putri terbentuk, awalnya sepak bola wanita hadir di Indonesia pada medio 1960-an akhir.

PSSI kepemimpinan, Sjarnoebi Said bergerang cepat untuk membentuk Timnas Putri hingga turnamen dan kompetisi sepak bola kaum hawa. Piala Kartini menjadi turnamen pertama paling prestis sepak bola putri pada tahun 1981. Lalu satu tahun kemudian, PSSI baru membentuk kompetisi sepak bola putri bernama Galanita (Invitasi Sepak Bola Wanita).

Seiring perkembangan sepak bola wanita Indonesia dari Piala Kartini, lahir sejumlah klub ternama, antara lain Putri Priangan (Bandung), Putri Pagilaran (Pekalongan), Sasana Bakti (Surabaya), dan Buana Putri (Jakarta). Nama-nama pesepak bola putri Indonesia pun lahir, seperti Muthia Datau, Iin Parbo, Rosita Pella, hingga Elan Kaligis.

Kiprah di Asia

Timnas Putri Indonesia
Latihan Timnas Putri Indonesia. (PSSI)

Sebelum Piala Kartini dimulai, Timnas Putri sudah terbentuk. Garuda Pertiwi mentas di Piala Asia Wanita 1977 di China. Ini turnamen internasional pertama Timnas Putri.

Hasilnya memuaskan, Timnas Putri berhasil mengalahkan Jepang 1-0. Lalu meraih posisi keempat turnamen dengan rekor 1 kemenangan dan 3 kekalahan dari 4 laga.

Dengan adanya turnamen Piala Kartini, Timnas Putri kembali mentas di Asia pada 1981. Sayang, Timnas Putri hanya menempati posisi ke-8 dengan rekor 3 kekalahan dari 3 laga yang dijalani.

Lima tahun berselang, Timnas Putri mampu meraih posisi keempat Piala Asia Wanita di Hong Kong. Garuda Pertiwi sempat dikalahkan China 1-9 pada babak semifinal, sebelum meraih posisi keempat usai kalah 1-4 dari Thailand.

Timnas Putri Indonesia
Latihan Timnas Putri Indonesia. (PSSI)

Kemudian, Timnas Putri gagal lolos ke fase grup Piala Asia Wanita 1989. Garuda Pertiwi hanya meraih satu kemenangan, 1 imbang, dan 1 kekalahan dari 3 laga.

Selanjutnya, Garuda Pertiwi urung berpartisipasi pada Piala Asia 1991 sampai 2003. Lalu Garuda Pertiwi tidak lolos dari kualifikasi pada tahun 2006. Setelahnya, Timnas Putri kembali absen dari kualifikasi sejak tahun 2008 sampai 2018.

Kini, Garuda Pertiwi kembali masuk ke Piala Asia Wanita. Tentu besar harapan Zahra Muzdalifah bisa meraih hasil maksimal, paling tidak lolos dari fase grup hingga lolos ke Piala Dunia Wanita 2023.