BolaSkor.com - Penyerang Juventus, Paulo Dybala, mengungkapkan tak semua penggawa La Vecchia Signora setuju dengan kebijakan klub memangkas gaji. Dybala mengatakan, ada pemain yang kesulitan mencapai klausul kesepakatan.

Juventus mengarah ke krisis keuangan akibat virus corona. Bianconeri tidak mendapatkan pundi-pundi dari pertandingan karena Serie A tak bergulir.

Baca juga:

Usai Rugani dan Matuidi, Paulo Dybala Konfirmasi Positif Virus Corona

Dejan Kulusevski dan 4 Pemain Asal Swedia di Juventus

Virus Corona Bikin Cristiano Ronaldo Berpeluang Dijual Juventus

Juventus

Pada akhirnya, Juve mengambil keputusan memangkas gaji para pemain. Juve bisa menghemat hingga 90 juta euro dari kesepakatan tersebut.

"Mencapai kesepakatan dengan para pemain dan pelatih tim utama mengenai kompensasi untuk bagian residual pada musim ini," tegas Juve dalam laman klub.

"Kesepakatan tersebut memberikan pengurangan kompensasi untuk jumlah yang sama pada Maret, April, Mei, dan Juni 2020. Efek ekonomi dan finansial dari kesepakatan ini akan mencapai sekitar 90 juta euro untuk keuangan musim 2019-2020."

"Jika pertandingan musim ini akan dijadwalkan ulang, klub akan bernegosiasi dengan itikad baik bersama para pemain dan pelatih untuk meningkatkan kompensasi sesuai dengan syarat dimulainya kompetisi resmi," umbar Juve.

Rupanya, tidak semua pemain Juventus setuju dengan kebijakan tersebut. Alasannya, ada beberapa pemain yang tidak bisa mendapatkan nilai gaji ideal karena tak punya jumlah penampilan yang cukup.

"Giorgio Chiellini berbicara kepada presiden, kemudian pemain. Kami berbicara soal hal itu dan ada beberapa opini yang berbeda, ada pemain yang kekurangan satu atau dua pertandingan untuk mencapai suatu klausul. Namun, ini adalah hal terbaik yang bisa dilakukan," ungkap Dybala kepada AFA.

Cara Juventus bertahan di tengah krisis virus corona diikuti Barcelona. El Barca memangkas gaji Lionel Messi dan kawan-kawan hingga 70 persen.