BolaSkor.com - Liga Champions Asia musim depan dipastikan tanpa perwakilan Indonesia. Padahal peserta Liga bergengsi di Asia itu ditambah menjadi 40 tim.

Indonesia kehilangan jatah karena Liga 1 hanya menempati peringkat ke-13 Zona Timur atau peringkat ke-28 se-Asia. Hal itu terjadi karena penampilan buruk klub-klub Indonesia di kompetisi AFC, baik Liga Champions Asia maupun Piala AFC.

Terbukti, di musim 2020, Indonesia yang diwakili Bali United hanya mampu masuk hingga kualifikasi kedua Liga Champions Asia setelah takluk dari wakil Australia, Melbourne Victory.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts menilai hilangnya jatah Indonesia dimulai saat terkena sanksi berupa banned dari FIFA. Imbasnya, Indonesia tidak bisa menjalankan kompetisi di musim 2015 dan 2016.

"Jika melihat di kompetisi level Asia, tim kami (Indonesia) memang harus bertarung dulu dengan tim lain di kualifikasi dan itu normal untuk saat ini," kata Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Senin (14/9).

Baca Juga:

Tanggapan Persib Bandung soal Pemain Persik Positif COVID-19

Persib Sambut Baik Keterlibatan Satgas Antimafia Bola di Liga 1 2020

Pelatih asal Belanda ini pun akan berbenah diri untuk meningkatkan kualitas timnya. Sehingga ketika mendapatkan jatah tampil di Asia, timnya bisa memberikan hasil yang maksimal.

"Kami harus berbenah meningkatkan kapasitas untuk bermain di Liga Champions Asia karena di sana ada tim dari Korea Selatan, Jepang, tim dari Timur Tengah, tentu berbeda levelnya dengan tim dari Asia Tenggara," tuturnya.

Namun demikian, Robert Rene Alberts merasa sedikit mengganjal dalam menjalani Liga 1 2020. Pasalnya kompetisi diharuskan berakhir pada Februari 2021.

"Saya tidak mengerti kenapa harus berakhir di Februari. Secara pribadi saya tidak memahami itu," ujar Robert.

Padahal, lanjutnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memberikan aturan baru bahwa seluruh tim tidak diperbolehkan menggunakan pesawat dalam menjalani laga tandangnya. Sebaliknya tim harus menggunakan bus.

"Jika melihat kenyataan di liga yang harus berkendara bolak-balik pulau Jawa dan menghabiskan banyak waktu di bus dan itu akan melelahkan bagi pemain, waktu mereka berlatih juga berkurang."

"Jika saja kompetisi bisa diperpanjang hingga Maret atau April itu akan jauh lebih realistis, meningkatkan kualitas liga dan level liga juga akan lebih baik," jelasnya.

Dengan kondisi ini kata Robert, maka para pemain bukan bertarung di lapangan, melainkan harus bertarung melawan perjalanan yang dipastikan akan menguras tenaga dan pikiran.

"Seperti yang sebelumnya sudah saya katakan, tidak ada yang yang meminta saran dari kami orang-orang yang benar-benar bekerja di sepak bola, yang tahu kenyataannya bagaimana harus duduk di bus lalu melakukan persiapan dan melakukan recovery."

"Jadi bagi kami, seperti yang sudah dikatakan, kami mengikuti instruksi. Kami memahami situasi sulit ini dan Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20."

"Dan jangan lupa bahwa seharusnya ada Piala Indonesia, tapi tidak ada satupun yang memikirkan itu. Yang mana itu adalah turnamen yang penting juga. Tapi itu pendapat pribadi saya," pungkasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)