BolaSkor.com - Pasca menampilkan penampilan bagus dengan timnas Belanda pada Piala Eropa 2020, Denzel Dumfries kariernya melonjak dan pindah dari PSV Eindhoven ke Inter Milan pada 2021 seharga 12,5 juta euro, plus bonus 2,5 juta euro.

Setahun di Inter dan dilatih Simone Inzaghi, Dumfries berkembang karena taktik tiga bek Inzaghi dan mengandalkan bek sayap untuk membantu serangan - serta bertahan. Taktik itu ideal untuk Dumfries yang sukses memenangi Coppa Italia dan Piala Super Italia.

Hanya dalam kurun waktu setahun Dumfries sudah memiliki banyak peminat, dua klub saat ini mengincarnya di bursa transfer musim panas 2022 yakni Chelsea dan Manchester United.

Inter sedianya sudah menyeimbangkan neraca keuangan klub dengan menjual Andrea Pinamonti (Sassuolo) dan Cesare Casadei (Chelsea). Fans berharap mereka yang terakhir.

Baca Juga:

Antonio Conte Ungkap Alasan Romelu Lukaku Kembali ke Inter Milan

Tolak Inter dan Pilih Juventus, Bremer Ungkap Alasannya

Cesare Casadei Dibeli Chelsea, Inter Langsung Berburu Manuel Akanji

Bahkan mantan pemain Inter asal Belanda, Andy van der Meyde, tidak setuju jika Inter menjual Dumfries. Pemain berusia 26 tahun itu seharusnya dipertahankan karena ia pemain penting untuk misi tim dalam merebutkan Scudetto.

"Mereka seharusnya hanya mengatakan ‘Tidak, terima kasih (kepada klub peminat Dumfries)'," ucap Van der Meyde kepada La Gazzetta dello Sport.

"Dan kemudian, mereka harus pergi ke Denzel dan berkata, ‘Anda tetap di sini karena kami membutuhkan Anda untuk memenangkan Scudetto’. Jika ini masalah uang (untuk pemain), Inter mungkin juga memberinya kenaikan gaji di masa depan. Dari luar, dia adalah salah satu yang terbaik di Eropa dalam perannya."

"Tolong diingat, Dumfries layak bermain di Premier League dan saya mengerti dia akan mendapatkan lebih banyak uang di Inggris, tetapi dia terlalu penting untuk 3-5-2 Inzaghi. Di mana Inter akan menemukan pemain seperti dia di akhir bursa transfer?"

Van der Meyde juga melihat Dumfries semakin berkembang di Italia. Apalagi musim ini Inter merekrut Romelu Lukaku dan assist atau kemampuan Dumfries saat membantu serangan akan sangat dibutuhkan klub.

“Saya selalu berpikir Italia sempurna untuknya. Dia adalah pekerja keras, sangat sulit dihentikan. Dia memiliki intensitas dan selalu berbahaya, juga dengan tim nasional. Saya telah melihatnya berkembang secara taktis di Italia, dia seharusnya tidak pergi," imbuh Van der Meyde.

"Tim akan lebih agresif musim ini dan Romelu Lukaku ingin membuktikan bahwa dia adalah striker terbaik di dunia, menyeret semua pemain (untuk tampil baik)," urainya.