BolaSkor.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tidak membantah anggapan bahwa dirinya pelatih yang paling terlalu sering berpikir (overthink) setiap kali tampil di Liga Champions. Kini pun dia melakukannya jelang lawan Atletico Madrid.

Man City akan menjamu Atletico di leg satu perempat final Liga Champions, Rabu (06/04) pukul 02.00 dini hari WIB di Etihad Stadium. City adalah finalis Liga Champions musim lalu dan Atletico, di fase 16 besar, menyingkirkan rival sekota City Manchester United.

Atletico berpotensi jadi lawan yang merepotkan bagi City. Sudah bukan rahasia umum lagi Atletico besutan Diego Simeone bermain dengan gaya main yang sudah jelas: bertahan dengan rapat dan mengandalkan serangan balik.

Tim seperti Atletico selalu merepotkan City dan musim ini Tottenham Hotspur serta Crystal Palace sudah memperlihatkannya. Tak ayal Guardiola coba berpikir dengan keras menerapkan strategi baru untuk melawan Atletico. Dia pun bercanda akan memainkan pemain ke-12.

Baca Juga:

Man City Tak Diberi Kesempatan Bernapas dalam Perburuan Titel Premier League

Kerap Dikritik, Guardiola Ungkap Kelebihan Taktik Atletico Madrid

Rencana Format Baru Kualifikasi Liga Champions Dibumbui Kontroversi

“Di Liga Champions saya selalu berpikir berlebihan,” kata Guardiola seperti dikutip dari Goal. “Taktik baru, besok Anda akan melihat yang baru. Saya terlalu banyak berpikir, itu sebabnya saya mendapatkan hasil yang sangat bagus di Liga Champions."

“Akan membosankan jika saya selalu bermain dengan cara yang sama. Jika orang berpikir saya bermain sama melawan Atletico dan Liverpool, saya tidak suka itu."

"Gerakannya berbeda, para pemain semuanya berbeda dengan kepribadian yang berbeda."

"Itulah mengapa saya terlalu banyak berpikir dan membuat taktik bodoh. Malam ini saya mengambil inspirasi dan saya akan melakukan taktik yang luar biasa besok. Kami bermain dengan 12 (pemain) besok!" canda Guardiola.

Berbeda dari kebanyakan pengamat Guardiola justru melihat Atletico tidak bermain pragmatis atau parkir bus, hanya saja mereka hati-hati dalam pendekatannya.

“Ada kesalahpahaman tentang cara (Diego Simeone) bermain. Ini lebih ofensif daripada yang diyakini orang. Dia tidak ingin mengambil risiko dalam membangun tetapi mereka sangat bagus di sepertiga akhir (pertahanan lawan)," tambah Guardiola.

"Mereka agresif dan ketika mereka memenangkan bola, mereka bermain. Mungkin saya salah tetapi apa yang saya lihat, mereka tidak menutup (rapat pertahanan) dari belakang."

"Mungkin kadang-kadang, tapi tidak di awal. Mereka datang untuk Anda. Mereka tidak menutup. Jika mereka bisa, mereka akan menekan," urai dia.