BolaSkor.com - Pandemi virus corona (COVID-19) tak menghalangi Pemerintah Kota Surabaya berbenah. Dua stadion di Kota Pahlawan ini tengah bersolek. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan Stadion Gelora 10 November (G10N) dipersiapkan untuk menjadi venue Piala Dunia U-20 2021.

Stadion G10N sampai sekarang direnovasi. Meskipun dilakukan renovasi, tetapi stadion legendaris itu tidak banyak perubahan. Pasalnya, lapangan stadion yang terletak di Jl. Tambaksari, Surabaya, ini sudah memenuhi syarat standar FIFA karena berukuran jumbo.

“Karena ukurannya jumbo, jadi ya mudah sekali. Bahkan, saya yakin bisa standar FIFA kelas 1 maksimal sudah terpenuhi,” kata Edi Santoso, Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya.

Baca Juga:

Gelandang Bali United Muhammad Taufiq Tanggapi Kemungkinan Regulasi Pemain U-20 di Liga 1

PSSI Pastikan Piala Dunia U-20 2021 Masih Sesuai Jadwal

Konsentrasi pihaknya, kata Edi, renovasi stadion saat ini pada rumput, pencahayaan, pagar, dan beberapa fasilitas stadion lainnya. Untuk lampu stadion, rencananya akan diganti sesuai dengan standar nasional atau FIFA yang mencapai 1200 lux. Akan tetapi, G10N akan memasang lampu ukuran 800 lux. Alasannya, stadion tersebut bakal dijadikan venue latihan, bukan untuk pertandingan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (BolaSkor.com/Kurniawan)

Sedang untuk ukuran lapangan ada dua pilihan, Pemkot Surabaya bakal memakai ukuran 110 x 74 meter. Alhasil, lintasan atletik yang ada sekeliling lapangan bakal dikepras. Untuk rumput stadion, rencananya juga akan diganti.

Renovasi juga menyasar pembangunan akses masuk ke stadion GBT melalui Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses masuk ke GBT dari fly over Pelindo kemudian ke JLLB lalu ke jalan yang saat ini sedang dibangun ke arah timur.

“Jadi, dari fly over Pelindo itu turun nanti nyambung dengan jalan ini. Nanti kalau mau ke stadion yang baru, bisa lewat di sini juga,” kata Risma. “Akses ini ROW-nya 15 meter. Kita kerjakan dulu 15 meter, tapi kalau masih kurang lebar, nanti kita bisa lebarkan lagi,” imbuhnya.

Risma juga meninjau beberapa bagian stadion yang diresmikan pada 6 Agustus 2010 itu, termasuk ruangan pers. Pihaknya akan mengatur akses keluar-masuk bagi media, penonton, serta pemain beserta ruang pemanasannya, yang nantinya ada outdoor dan indoor.

Selain itu, kursi-kursi yang lama sudah dilepas dan akan segera diganti dengan yang baru. Renovasi ini ditargetkan kelar sekitar bulan September atau Agustus, karena tidak membutuhkan konstruksi besar, seperti beton dan sebagainya. “Dan mudah-mudahan kursi yang baru bisa segera dipasang. Proses pemasangannya cukup lama karena warnanya bermacam-macam,” tandas Risma. (Laporan Kontributor Kurniawan/Surabaya)