BolaSkor.com - Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait menepis jauh-jauh anggapan negatif di turnamen pramusim tersebut. Menurut Ara, sapaan akrabnya, event ini berlangsung bersih dan jauh dari praktik kotor.

Walaupun bertajuk turnamen pramusim, ada sejumlah kejadian yang membuat kualitas fairplay dipertanyakan. Seperti proses gol yang terjadi pada pertandingan delapan besar antara Persija Jakarta dengan Kateng Putra.

Juga pertandingan antara Persebaya Surabaya dengan PS TIRA-Persikabo yang berakhir dengan kericuhan. Bahkan, wasit dikejar-kejar oleh ofisial dan pemain TIRA - Persikabo. Dua kartu merah dikeluarkan pada laga ini.

Baca Juga:

Arema FC Juara Usai Kalahkan Persebaya 2-0

Build Trust in Society, Nilai Tersembunyi Piala Presiden untuk Kemajuan Bersama

Dalam keterangannya di Stadion Kanjuruhan, Jumat (12/4) malam, Ara menegaskan bahwa Piala Presiden 2019 adalah bukti bahwa sepak bola Indonesia bisa berjalan lebih bersih. "Dan sukses dari sisi prestasi, jauh dari pengaturan skor," tegasnya.

Bukan hanya itu, Ara mengklaim jika Piala Presiden sangat transparan dalam segala hal. Termasuk masalah keuangan. Selain itu, Piala Presiden sudah sesuai dengan tujuan awal, yakni menjadi hiburan masyarakat serta membangkitkan dan mendukung ekonomi kerakyatan.

“Pak Presiden meminta agar tidak ada pengaturan skor. Lalu turnamen ini harus punya dampak terhadap ekonomi kerakyatan. Sejauh ini semuanya bagus karena banyak pedagang asongan atau kaki lima yang untung dari setiap pertandingan," tutupnya. (Laporan Kontributor Keenan Wahab/Surabaya)