BolaSkor.com - Manchester City dilaporkan telah mencapai kesepakatan menyeluruh untuk mendapatkan tanda tangan wonderkid Argentina, Dario Sarmiento. City berhasil merekrut penyerang sayap berusia 17 tahun dari Estudiantes dengan biaya enam juta pounds (sekitar Rp116 miliar).

Media Argentina El Dia menyebutkan, Estudiantes akan mendapatkan 20 persen keuntungan jika klausul jual sang pemain berakhir tanpa kepindahan ke klub lain. Sarmiento baru akan bergabung ke City pada musim panas 2021, ketika usianya menginjak 18 tahun.

Di Argentina, nama Dario Sarmiento sudah tidak asing lagi, khususnya bagi suprter Estudiantes. Remaja kelahiran Florencio Varela itu dikenal sebagai pemain muda yang membuat legenda klub berlutut.

Baca Juga:

Nazi dan Aib Sepak Bola Prancis di Boxing Day

Gerard Houllier, Pahlawan Liverpool yang Ahli Memoles Calon Bintang

Ray Clemence, Sosok Pria Sejati, Sahabat Peter Shilton yang Dicintai Banyak Orang

Alejandro Sabella adalah legenda Estudiantes. Sebelum menjadi pelatih tim nasional Argentina pada Piala Dunia 2014, pihak klub memohon Sabella untuk tinggal. Sabella adalah pahlawan Estudiantes yang membawa klub dua kali menjadi juara.

Di Estudiantes tidak ada yang berani mengusik Sabella. Apa yang diinginkan selalu dipenuhi, Sabella tidak perlu berlutut memohon. Namun tidak untuk bocah bernama Daio Sarmiento. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sabella berlutut.

"Dia (Sabella) datang dan bertanya apakah saya Sarmiento. Saya jawab iya. Dan dia langsung berlutut," ujar Sarmiento kepada ESPN dikutip Goal.

"Dia berkata saya akan menjadi seorang bintang, tapi saya harus tenang dan tetap jalani kehidupan normal."

"Saya sangat gugup. Saya tidak percaya apa yang terjadi. Sumpah, kaki saya bergetar saat itu. Saya tidak tahu ingin berkata apa. Saya selalu merasa nervous tiap kali membicarakan kejadian itu," papar Sarmiento.

Sabella langsung jatuh hati pada kali pertama menyaksikan Sarmiento beraksi di lapangan. Sarmiento dinilai Sabella sebagai pemain dengan gerakan kaki secepat kilat dan kepercayaan diri tinggi. Bisa mencuri perhatian Sabella merupakan hal besar, mengingat Sabella adalah pelatih yang pernah melatih Lionel Messi.

Lahir di Florencio Varela, sebuah kota berjarak 30 kilometer dari La Plata, Sarmiento awalnya justru pertama kali direkrut Independiente saat berusia enam tahun. Namun lokasi Independiente yang jauh menjadi rintangan.

Beruntung bagi Sarmiento, bakatnya terpantau oleh tetangganya, Rodrigo Fuentes. Laki-laki yang pernah menjadi pemain di level bawah tersebut kemudian berhasil meyakinkan Estudiantes. Alhasil Sarmiento diberi kesempatan trial. Dan tentu saja Sarmiento berhasil membuat terkesan para pemandu bakat Estudiantes.

Sarmiento kemudian masuk Pincha Academy milik Estudiantes. Di Estudiantes, Sarmiento melesat bagai roket. Saat usia 16 tahun, enam bulan, dan enam hari Sarmiento melakoni debut di tim utama di bawah pelatih Gabriel Milito, eks bek Barcelona.

Masuk sebagai pemain pengganti pada laga melawan Huracan, Oktober 2019, Sarmiento menjadi pemain termuda kedua yang tampil bersama tim utama Estudiantes. Tidak lama, Sarmiento menjadi bagian penting tim. Saking pentingnya, klub memblok Sarmiento untuk memperkuat timnas U-17 yang tampil di Piala Dunia U-17.

Sebagai pemain muda, Sarmiento adalah murid teladan. Dia selalu menerima masukan dan tidak henti belajar, termasuk di pendidikan formal.

"Dulu saya tidak peduli pentingnya sekolah. Kini setelah ada di klub saya menyadari pendidikan akan sangat berguna untuk masa depan," kata Sarmiento.

Di atas lapangan, Sarmiento berlaku serupa. Dia terus menggali ilmu, mangasah skill, dan memperbaiki kekurangan. Sarmiento yang mengandalkan kaki kiri kini lebih sering ditempatkan Milito di sisi kanan.

"Dia adalah seorang anak yang bermain dengan baik. Dia memberi saya harapan bahwa masa depan akan baik-baik saja. Masa depan akan cerah buat dia dan untuk kami semua yang sangat mencintai klub ini," ujar Sabella, sang legenda klub.