BolaSkor.com - Piala Dunia 2022 tinggal hitungan hari sebelum dimulai di Qatar pada 20 November hingga Desember mendatang. Sebanyak 32 tim akan saling bersaing di Piala Dunia pertama yang dihelat di Asia, sejak 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Piala Dunia 2022 unik dengan waktu dimulainya turnamen, di mana di Eropa itu terjadi di tengah kompetisi musim 2022-2023. Para pemain tentunya juga rawan cedera karena letih, tetapi apapun itu nasi telah menjadi bubur.

Dalam edisi terkini BolaSkor akan menganalisis profil grup B Piala Dunia yang berisikan timnas Inggris, Iran, Wales, dan Amerika Serikat. Persaingan di grup ini sedikit dapat bisa ditebak untuk satu tim yang punya peluang besar ke fase gugur.

Baca Juga:

Xavi Hernandez Jagokan Brasil dan Argentina di Piala Dunia 2022

Jurgen Klopp Ikut Kritik Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Profil Grup A Piala Dunia 2022: Belanda Dikepung Kuda Hitam

Persaingan akan lebih terbuka untuk merebutkan tempat kedua dalam perebutan fase 16 besar Piala Dunia. Berikut profil dan prediksi mengenai grup B Piala Dunia 2022:

1. Inggris

Memasuki enam tahun melatih timnas Inggris, Gareth Southgate sudah mengembangkan The Three Lions yang mencapai semifinal Piala Dunia 2018, final Piala Eropa 2020, dan peruntungan Inggris diharapkan berubah pada Piala Dunia 2022.

Maklum saja, Inggris sudah absen puasa titel Piala Dunia sejak 1966 saat mereka bermain sebagai tuan rumah. Inggris dijagokan lolos sebagai pemuncak klasemen grup B dengan materi pemain yang mereka miliki.

Kapten Inggris, Harry Kane, jadi tumpuan di lini depan dengan kualitasnya sebagai salah satu penyerang top Eropa. Masyarakat Inggris berharap Kane dalam performa optimal yang juga menular ke rekan setim lainnya.

Inggris juga punya banyak pemain yang dapat jadi pembeda seperti Phil Foden, Bukayo Saka, Raheem Sterling, dan Mason Mount. Bahkan mereka punya gelandang berbakat berusia 19 tahun, Jude Bellingham.

Pelatih: Gareth Southgate

Pemain Kunci: Harry Kane, Raheem Sterling, Jordan Pickford, Mason Mount, Bukayo Saka, Jude Bellingham.

Kapten: Harry Kane

Skuat Timnas Inggris

Kiper: Jordan Pickford (Everton), Nick Pope (Newcastle), Aaron Ramsdale (Arsenal)

Bek: Harry Maguire (Manchester United), Luke Shaw (Manchester United), Eric Dier (Tottenham), John Stones (Manchester City), Kyle Walker (Manchester City), Kieran Trippier (Newcastle), Conor Coady (Everton), Ben White (Arsenal), Trent Alexander-Arnold (Liverpool)

Gelandang: Jude Bellingham (Borussia Dortmund), Mason Mount (Chelsea), Conor Gallagher (Chelsea), Declan Rice (West Ham), Jordan Henderson (Liverpool), Kalvin Phillips (Manchester City)

Penyerang: James Maddison (Leicester), Phil Foden (Manchester City), Jack Grealish (Manchester City), Harry Kane (Tottenham), Bukayo Saka (Arsenal), Raheem Sterling (Chelsea), Callum Wilson (Newcastle), Marcus Rashford (Manchester United)

2. Iran

Negara peringkat 20 ranking FIFA dapat jadi kejutan tak terduga di grup B Piala Dunia 2022. Apalagi pelatih mereka sarat pengalaman karena pernah membesut Real Madrid, timnas Portugal, Kolombia, Mesir, Afrika Selatan, dan dua periode sebagai asisten pelatih Manchester United.

Queiroz juga cukup berhasil memberikan motivasi kuat kepada Iran. Itu terlihat pada Piala Dunia 2018 kala mereka tersingkir di fase grup, di tiap laga Iran selalu menyulitkan lawannya dan mendapatkan respek dari publik.

Pengalaman Queiroz penting tapi Iran juga memiliki pemain berkualitas, seperti misalnya pengemas 65 caps dan 41 gol, Sardar Azmoun. Striker berusia 27 tahun saat ini membela Bayer Leverkusen dan sempat diminati banyak klub Eropa.

Selain Azmound ada juga striker senior berusia 30 tahun, Mehdi Taremi, yang bermain di Liga Champions dengan klub kuat Portugal, FC Porto. Kekuatan lini depan mereka dapat jadi ancaman bagi pertahanan lawan.

Pelatih: Carlos Queiroz

Pemain Kunci: Sardar Azmoun, Mehdi Taremi, Alireza Jahanbakhsh

Kapten: Ehsan Hajsafi

Skuat Timnas Iran

Kiper: Alireza Beyranvand (Persepolis), Amir Abedzadeh (Ponferradina), Payam Niazmand (Sepahan), Hossein Hosseini (Esteghlal)

Bek: Majid Hosseini (Kayserispor), Mohammad Hossein Kanaanizadegan (Al-Ahli), Shojae Khalilzadeh (Al-Ahli),Morteza Pouraliganji (Persepolis), Sadegh Moharrami (Dinamo Zagreb), Ramin Rezaeian (Sepahan), Milad Mohammadi (AEK Athens), Abolfazl Jalali (Esteghlal)

Gelandang: Saeid Ezatollahi (Vejle Boldklub), Ehsan Hajsafi (AEK Athens), Rouzbeh Cheshmi (Esteghlal), Ahmad Nourollahi (Shabab Al-Ahli), Ali Karimi (Kayserispor), Saman Ghoddos (Brentford), Vahid Amiri (Persepolis)

Penyerang: Alireza Jahanbakhsh (Feyenoord), Ali Gholizadeh (Sporting Charleroi), Mehdi Taremi (FC Porto), Mehdi Torabi (Persepolis), Karim Ansarifard (Omonia Nicosia), Sardar Azmoun (Bayer Leverkusen)

3. Amerika Serikat

Nama Amerika Serikat sebagai negara besar tidak diragukan lagi, meski secara tradisi sepak bola dunia timnas Amerika Serikat acapkali hanya jadi 'penghibur' di turnamen besar. Meski begitu itu tidak jadi alasan untuk meremehkan tim arahan Gregg Berhalter.

Terutamanya Amerika Serikat punya pemain-pemain berpengalaman yang berkarier di Eropa seperti Sergino Dest, Matt Turner, Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Gio Reyna. Dikombinasikan dengan mereka yang berkarier di liga lokal, Amerika bisa jadi kejutan.

Catatan terbesar Amerika di Piala Dunia adalah mencapai semifinal pada 1930 dan total telah mengikuti 11 Piala Dunia. Menarik dinanti bagaimana kiprah mereka di Piala Dunia tahun ini.

Pelatih: Gregg Berhalter

Pemain Kunci: Christian Pulisic, Weston McKennie, Matt Turner, Gio Reyna

Kapten: Christian Pulisic

Skuat Timnas Amerika Serikat

Kiper: Ethan Horvath (Luton), Sean Johnson (New York City FC), Matt Turner (Arsenal)

Bek: Cameron Carter-Vickers (Celtic), Sergino Dest (AC Milan), Aaron Long (New York Red Bulls), Shaq Moore (Nashville), Tim Ream (Fulham), Antonee Robinson (Fulham), Joe Scally (Borussia Monchengladbach), DeAndre Yedlin (Inter Miami), Walker Zimmerman (Nashville)

Gelandang: Brenden Aaronson (Leeds), Kellyn Acosta (LAFC), Tyler Adams (Leeds), Luca de la Torre (Celta Vigo), Weston McKennie (Juventus), Yunus Musah (Valencia), Cristian Roldan (Seattle Sounders)

Penyerang: Jesus Ferreira (FC Dallas), Jordan Morris (Seattle Sounders), Christian Pulisic (Chelsea), Gio Reyna (Borussia Dortmund), Josh Sargent (Norwich), Tim Weah (Lille), Haji Wright (Antalayaspor)

4. Wales

Dalam dua edisi terakhir Piala Eropa pada 2016 dan 2020, Wales mampu menjadi kejutan dan keluar dari fase grup. Bahkan pada 2016 mereka mencapai semifinal dan meski kalah di empat besar, mereka disambut bak pahlawan pemenang Piala Dunia di kampung halaman.

Waktu berjalan dan pemain-pemain Wales yang masih prima kala itu saat ini usianya bertambah. Pun demikian Gareth Bale (33 tahun) yang saat ini bermain di MLS dengan Los Angeles FC, terlebih Wales tak punya penyerang tengah mumpuni.

Wales juga tak lagi dilatih Ryan Giggs melainkan mantan asistennya, Rob Page. Kans Wales lolos ke fase gugur tidak besar menilik terbatasnya pilihan pemain dan pelatih minim pengalaman, tetapi semangat dan daya juang mereka bisa jadi kejutan seperti di Piala Eropa.

Pelatih: Rob Page

Pemain Kunci: Gareth Bale, Aaron Ramsey, Daniel James

Kapten: Gareth Bale

Skuat Timnas Wales

Kiper: Wayne Hennessey (Nottingham Forest), Danny Ward (Leicester), Adam Davies (Sheffield United)

Bek: Ben Davies (Tottenham), Ben Cabango (Swansea), Tom Lockyer (Luton), Joe Rodon (Rennes), Chris Mepham (Bournemouth), Ethan Ampadu (Spezia), Chris Gunter (AFC Wimbledon), Neco Williams (Nottingham Forest), Connor Roberts (Burnley)

Gelandang: Sorba Thomas (Huddersfield), Joe Allen (Swansea), Matthew Smith (MK Dons), Dylan Levitt (Dundee United), Harry Wilson (Fulham), Joe Morrell (Portsmouth), Jonny Williams (Swindon), Aaron Ramsey (Nice), Rubin Colwill (Cardiff)

Penyerang: Gareth Bale (Los Angeles FC), Kieffer Moore (Bournemouth), Mark Harris (Cardiff), Brennan Johnson (Nottingham Forest), Daniel James (Fulham)