BolaSkor.com - Borussia Dortmund belum berhenti membajak para pemain muda dari tanah Britania Raya. Setelah Jude Bellingham, Die Borussen kini tinggal selangkah lagi mendapatkan wonderkid Manchester City berusia 16 tahun, Jamie Bynoe-Gittens.

Bynoe-Gittens merupakan salah satu pemain muda yang digadang-gadang akan menjadi bintang. Berposisi sebagai penyerang, performanya sangatlah menonjol dibanding pemain seusianya.

Bynoe-Gittens lahir di London pada 8 Agustus 2004. Keluarganya berasal dari Barbados, Karibia.

Perkenalan Bynoe-Gittens dengan si kulit bundar terjadi saat usianya menginjak 4 tahun. Ia sempat memperkuat tim lokal bernama Cavs and Trent.

Menariknya, keluarga Bynoe-Gittens tidak punya darah sepak bola. Sang ayah hanya sempat menjadi atlet kriket.

Baca Juga:

Ansu Fati, Bocah Ajaib Spesialis Pemecah Rekor Termuda

Kalvin Phillips, Yorkshire Pirlo, dan Penantang Serius Declan Rice pada Posisi Gelandang Bertahan Timnas Inggris

Kai Havertz, Alleskonner dengan Mentalitas Baja di Usia Muda

Jamie Bynoe-Gittens

Ketika memasuki usia 8 tahun, Bynoe-Gittens mulai serius mengasah bakat sepak bolanya. Ia masuk akademi Reading yang tim seniornya baru promosi ke Premier League.

Tak lama setelah bergabung dengan Reading, Chelsea memberikan tawaran kepadanya. Namun Bynoe-Gittens menolaknya dan bertahan di Reading hingga berusia 14 tahun.

Manchester City membajak Bynoe-Gittens dari Reading pada musim panas 2018. The Citizens memenangi persaingan dengan Arsenal yang juga tertarik kepada sang pemain.

Bynoe-Gittens punya alasan kuat memilih Manchester City ketimbang Arsenal. Menurutnya, akademi klub yang ia pilih merupakan yang terbaik di Inggris.

Apa yang dikatakan Bynoe-Gittens memang sangat masuk akal. Sejak dibeli taipan Timur Tengah, Manchester City membenahi besar-besaran akademinya sehingga menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Pada musim perdananya di Manchester City, Bynoe-Gittens dimasukkan ke dalam tim U-16. Namun hanya butuh satu musim untuk membuatnya naik kelas ke tim U-18.

Bynoe-Gittens bahkan langsung mencetak gol saat melakoni debut bersama tim Manchester City U-18. Momen itu terjadi pada 14 September 2019 saat menang 5-2 atas Liverpool.

Hingga musim lalu, Bynoe-Gittens sudah mencetak 12 gol dan 8 assist untuk tim U-16 dan U-18 Manchester City. Hal inilah yang membuat Dortmund tergoda untuk memilikinya.

Aksi Jamie Bynoe-Gittens bersama Timnas Inggris U-16

Bak gayung bersambut, Bynoe-Gittens tertarik melanjutkan kariernya di Dortmund. Ia bahkan rela mengabaikan minat raksasa Eropa lain seperti Real Madrid dan Paris Saint-Germain.

Sosok Jadon Sancho menjadi alasan utama Bynoe-Gittens tertarik hengkang ke Dortmund. Ia memang mengidolakan winger Timnas Inggris berusia 20 tahun tersebut.

"Ketika Sancho berada di City, dia bermain bagus di usia 18 tahun, mencetak gol di setiap pertandingan, jadi saya ingin menjadi seperti dia," kata Bynoe-Gittens kepada The Secret Scout.

"Anda harus mengambil sesuatu dari orang lain untuk menjadikan diri Anda versi terbaik. Anda sekarang harus mencetak gol untuk menjadi yang terbaik."

Dengan bergabung ke Dortmund, Bynoe-Gittens seperti mengikuti jalan karier idolanya tersebut. Sancho memang diboyong raksasa Jerman itu dari akademi Manchester City juga.

Meski berbeda posisi, Bynoe-Gittens memiliki karakter permainan yang mirip dengan Sancho. Pemain bertinggi 175 cm itu punya kecepatan dan kedua kaki yang sama kuatnya.

Dilansir dari Bild, Dortmund bisa mendapatkan Bynoe-Gittens dengan hanya membayar 250 ribu euro ke Manchester City sebagai biaya kompensasi. Hal itu karena sang pemain belum menandatangani kontrak profesional.

Jika kepindahan ini benar terwujud, nampaknya tinggal menunggu waktu bagi Bynoe-Gittens untuk menjelma menjadi bintang. Beberapa tahun lagi mungkin akan dirinya akan diperebutkan klub-klub raksasa Eropa seperti yang kini dialami idolanya, Sancho.