BolaSkor.com - Laga Brighton & Hove Albion kontra Chelsea telah usai. Namun, aksi Reece James pada pertandingan tersebut masih terus menjadi buah bibir. The Blues dianggap memiliki satu di antara pemain muda paling potensial di Inggris.

Reece James mencuri perhatian di antara aksi bintang-bintang anyar Chelsea seperti Timo Werner dan Kai Havertz. Tendangan roket pemain 20 tahun tersebut membuat Chelsea kembali ke posisi unggul.

Akan tetapi, apa yang dicapai Reece James saat ini bukanlah perjalanan yang mulus. Untungnya, semangat tak pernah pupus.

Reece James mulai mengenal dunia sepak bola ketika berusia empat tahun. Ayahnya yang merupakan mantan pemain profesional, Nigel, menjejali Reece James dengan dunia si kulit bundar.

Baca juga:

Analisis - Statistik Keunggulan Edouard Mendy atas Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga

Ansu Fati, Bocah Ajaib Spesialis Pemecah Rekor Termuda

Kai Havertz, Alleskonner dengan Mentalitas Baja di Usia Muda

Reece James

Nigel ingin Reece James jauh melampaui kariernya sebagai pesepak bola. Apalagi, sang ayah gantung sepatu dengan cepat karena mengalami kecelakaan motor.

Reece James bersama sang ayah banyak berlatih ketika pulang sekolah. Nigel meneladani ilmunya kepada Reece James di taman belakang rumah yang terletak di Redbridge, London.

Reece James yang dikenal celingus ketika kecil mencoba keluar dari zona nyaman sebagai seorang anak. Ia memilih latihan sepak bola setiap hari daripada bermain dengan kakaknya, Joshua.

Keuletan Reece James dalam menempa kemampuan sepak bolanya mulai berbuah manis ketika berusia enam tahun. Ia tampil pada pertandingan kompetitif bersama klub lokal, Kew Park Rangers.

Rupanya, penampilan di Kew Park Rangers masuk dalam teropong pemandu bakat Chelsea. Para wakil The Blues itu terkesan dengan kemampuan Reece James sebagai eksekutor bola mati. Akhirnya, dua tahun berselang, Reece James bergabung dengan akademi Chelsea.

Reece James menjadi bagian tim junior The Blues bersama pemain-pemain seperti Yakub Maddox, Mason Mount, dan Trevor Chalobah. Mereka sama-sama mengukir jalan ke tingkat profesional.

Namun, masalah muncul ketika Reece James berusia 13 hingga 14 tahun. Pola makan yang tak disiplin membuat Reece James kelebihan berat badan atau obesitas. Walhasil, ia kesulitan ketika harus bermain sepanjang pertandingan.

Reece James

"Saya harus berlatih keras untuk menurunkan berat badan hanya untuk mendapatkan kesempatan tampil 90 menit," terang Reece James seperti dilaporkan Tribuna.

Reece James sadar harus melakukan pengorbanan lebih besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi pemain bintang. Untuk itu, ia bangun pagi pada hari Minggu untuk melakukan latihan tambahan. "Itu adalah periode yang sulit dalam hidup saya," jelas Reece James.

Akhirnya, Chelsea menyodorkan kontrak profesional kepada Reece James pada Juni 2017. Kemudian, Reece James dipinjamkan ke Wigan Athletic untuk mendapatkan jam terbang satu tahun berselang.

Reece James tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Baginya, Wigan adalah sekolah untuk menimba ilmu. Reece James sadar, peluangnya kembali ke Chelsea akan terbuka lebar jika bisa tampil mengesankan bersama Wigan.

Selama membela Wigan, Reece James tampil dalam 46 pertandingan dengan torehan tiga gol plus tiga assist. Reece James juga pernah menjadi pemain terbaik Wigan dua bulan berturut-turut.

Catatan tersebut dibalut dengan statistik impresif. Pada musim 2018-2019, Reece James membukukan akurasi umpan mencapai 71 persen, melakukan 91 tekel, 54 blok, 44 dribel, dan 93 sapuan.

Reece James

Tak heran, Chelsea memutuskan menarik kembali Reece James. Pada musim lalu, Reece James tampil dalam 39 pertandingan dengan torehan dua gol plus empat assist. Ia juga menjadi pemain termuda Chelsea yang mencetak gol di Liga Champions (ditorehkan pada pertandingan melawan Ajax, November 2019).

Kini, Reece James pun mulai menggeser tempat kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta, pada posisi bek kanan. Kemampuan Reece James bermain sebagai gelandang bertahan juga menjadi nilai tambah di mata Frank Lampard.

"Reece James punya sesuatu dalam dirinya. Dia menunjukkan kualitas semacam itu. Anda akan melihat dia berada di daerah yang bisa memberikan ancaman," kata Lampard kepada Sky Sports.

Karier Reece James di tim nasional Inggris pun diyakini akan cerah. Apalagi, ia sudah menjadi langganan The Three Lions sejak pada kelompok umur. Reece James akan bersaing dengan bek kanan Liverpool, Trent Alexander-Arnold.

Sulit untuk menampik jika Reece James merupakan pemain muda yang punya masa depan cerah. Ia tak pernah menyerah meski sempat diterpa obesitas. Kini, Reece James terus menapaki tangga teratas.