BolaSkor.com - Kabar gembira datang untuk Timnas Indonesia U-19/U-20. Penyerang andalan Timnas Indonesia U-19, Amiruddin Bagus Kahfi dikabarkan sudah pulih dari cedera panjang setelah tujuh bulan menepi.

Bagus Kahfi mengalami cedera yang cukup parah di daerah pergelangan kaki pada saat membela Garuda Select jilid II melawan Reading U-18. Insiden ini terjadi pada Maret 2020 lalu yang mengharuskan Bagus rehat sejenak dari sepak bola.

Cedera tersebut membuatnya absen dari beberapa pemusatan latihan atau training camp (TC) yang dilakukan oleh Timnas Indonesia U-19. Meski sudah mengatakan sembuh dari cedera, namun Bagus Kahfi masih belum bisa bergabung bersama Timnas Indonesia U-19.

Baca Juga:

Bagas Kaffa Sebut Timnas Indoneisia U-19 Lebih Solid untuk Hadapi Bosnia Herzegovina

Timnas Indonesia U-19 Kembali Jalani Latihan Usai Libur Satu Hari

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mengatakan PSSI sedang memantau perkembangan kondisi dari adik kandung Bagas Kaffa ini. Jika memang kondisinya sudah mulai membaik dan bisa dikatakan pulih, Indra Sjafri akan memasukkan nama Bagus Kahfi untuk mengikuti TC.

"Untuk masalah Bagus ini, kita sedang menunggu dokternya bilang kalau Bagus benar-benar pulih. Kalau biasanya dokter Timnas pasti meminta dulu sertifikat tanda sembuh dari Physioterapi," kata Indra Sjafri ketika dihubungi oleh BolaSkor.com, Minggu (18/10).

"Hal itu sudah dilakukan sama seperti yang kita lakukan untuk pemain kita yang operasi cedera di Indonesia. Sekarang kami sedang melakukan komunikasi ddan pantau perkembangan dari Bagus," tambah mantan pelatih Bali United tersebut.

Kedatangan Bagus memang sudah ditunggu banyak pencinta sepak bola di Indonesia. Jika ia bergabung, lini depan Timnas Indonesia U-19 pun semakin bervariasi, tinggal bagaimana manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saja yang mengaturnya.

Saat ini Timnas Indonesia U-19 sudah memiliki lima pemain di lini depan. Mereka adalah Irfan Jauhari, Saddam Gaffar, Braif Fatari, Mohammad Bahril Fajar Fahreza, dan terakhir ada Jack Brown. Tapi dari lima nama tersebut hanya Saddam yang berposisi sebagai penyerang utama.