BolaSkor.com - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, belum bisa memastikan kenaikan subsidi untuk klub Liga 1 dan Liga 2 2020 saat lanjutan kompetisi. Menurutnya, hal ini disesuaikan dengan pemasukan sponsor.

Sebelumnya, PSSI dan PT LIB dalam pembicaraannya pada awal Juni 2020, mengeluarkan wacana untuk menaikkan jumlah subsidi klub Liga 1 dan Liga 2 saat kompetisi dilanjutkan.

Klub Liga 1 menerima Rp800 juta per termin, dari sebelumnya Rp520 juta. Sedangkan klub Liga 2 menerima Rp200 juta dari Rp100 juta.

"Saya pribadi mau jumlahnya naik seperti rencana. Namun, situasi pandemi COVID-19 ini membuat kita harus saling memahami. Bisa saja pemasukan dari sponsor mengecil karena kondisi tidak normal," ujar Akhmad, dikutip dari Antara.

Baca Juga:

PT LIB Sebut Lanjutan Liga 1 dan Liga 2 Kemungkinan Besar Digelar Tanpa Penonton

PT LIB: Format Liga 1 Dilanjutkan dari Pekan Keempat

"Pada prinsipnya, kami ingin permasalahan terkait subsidi beres. Namun semuanya tergantung sponsor karena kalau tidak, kami harus membayar subsidi dari mana? LIB tentu saja akan transparan soal keuangan ini karena perusahaan ini milik klub," tambahnya.

Menurutnya, sponsor selalu memberikan dukungan terhadap kelanjutan kompetisi 2020. Namun, PT LIB harus membuat kontrak baru dengan sponsor-sponsor, karena kesepakatan awal musnah akibat kondisi kahar (force majeure) pandemi Virus Corona (COVID-19).

"Sebenarnya sponsor masih berminat, tetapi harus ada tanda tangan kontrak baru," tutur Akhmad.