BolaSkor.com – Direktur Interim PT Liga Indonesia Baru (LIB), Dirk Soplanit menegaskan dirinya akan berusaha untuk bisa membuat Liga 2 2019 bisa lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dikarekan, pada musim 2018 lalu Liga 2 merupakan sarang dari match fixing yang ada di Indonesia.

Pria yang juga menjabat sebagai Komite Eksekutif (Exco) PSSI ini mengatakan jika masih terjadi hal serupa, berarti semua pihak tidak belajar dengan musim lalu.

Memang match fixing masih menjadi momok yang sangat berbahaya bagi sepak bola di Indonesia. Bahkan pada tahun lalu saja, sudah banyak tersangka yang ditetapkan oleh pihak kepolisian terkait dengan masalah ini.

“Kalau isu yang negatif-negatif jangan sampai terulang lagi. Hanya orang bodoh yang mau mengulang sesuatu yang salah dan akhirnya menjadi permasalahan yang serius bagi sepak bola Indonesia, “ kata Dirk Soplanit kepada wartawan pada Senin (27/5).

Baca Juga:

PT LIB Menjamin Kerusuhan pada Laga Pembuka Liga 1 Tidak Terulang di Liga 2

PT LIB Pastikan Liga 2 2019 Mulai 22 Juni, Persik Vs PSBS Biak Jadi Pembuka

Terkait dengan masalah tersebut, Dirk Soplanit menjelaskan bahwa nantinya akan ada terobosan baru yang akan ada di sepak bola Indonesia. Salah satu yang sudah menjadi pembicaraan ialah penggunaan Video Assistant Refferee (VAR) untuk liga di Indonesia.

“Yang paling kurang ada gagasan kami terkait dengan wasit yang harus dikelola oleh badan independen. Itu yang saat ini kami upayakan untuk meminimalisir hal tersebut. Tapi nanti setelah berjalan itu akan muncul supaya wasit tidak perlu diatur lagi oleh PSSI atau PT LIB,” ujar Dirk.

“Memang tenaga yang akan mengelola itu merupakan tenaga profesional, bahkan tenaga asing. Nantinya lembaga itu akan membentuk komionernya ada pengelolanya dan nanti akan melibatkan klub yang ada di Indonesia itu sendiri.”

“Kemarin malam pun pada saat kami melakuka rapat Exco, seluruh anggota Exco sepakan kalau liga di Indonesia akan menggunakan VAR. Tapi harus berjenjang dan masih dalam kajian dari Exco dan PSSI itu sendiri,” tutup Dirk.