BolaSkor.com - Manajemen Persiraja Banda Aceh ikut menanggapi aturan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial yang tercantum pada Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 perihal kelanjutan kompetisi di bulan Oktober 2020.

Pada SK tersebut ada satu poin dimana klub bisa melakukan negosiasi ulang terkait pembayaran gaji. Bahkan PSSI memberikan opsi kepada tim untuk membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial 50-60 persen dari kontrak yang sudah disepakati.

Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, mengaku siap mengikuti SK dari PSSI. Namun, Rahmat meminta adanya kenaikan subsidi yang diberikan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi mencapai Rp1,5 miliar.

Baca Juga:

Penerapan Regulasi Pemain U-20 di Liga 1 dan Liga 2 Menunggu Arahan Shin Tae-yong

PSSI: Keputusan Final 6 Stadion Piala Dunia U-20 2021 Ada di Tangan FIFA

"Kan 50 persen, tapi konsekuensinya kami minta PT LIB menaikkan uang subsidi atau hak komersial bahasa kita. Kami sudah kirim surat resmi ke PT LIB agar menaikan subsidi, jangan Rp 500 juta, tidak cukup. Tapi, itungan kami itu Rp 1,5 miliar, paling sedikit Rp 1,2 miliar. Itu hasil hitungan real kami, dan didukung semua klub bukan hanya Persiraja," kata Rahmat saat dihubungi awak media Rabu (1/7).

Sebelum kompetisi dihentikan dengan status force majeure, setiap tim mendapatakan subsidi sebesar Rp520 juta setiap bulannya. Sebelum SK ini keluar, PSSI pun memberikan wacana untuk menaikkan subsidi menjadi Rp800 juta.

Rahmat mengaku belum menerima kabar resmi soal kenaikan uang subsidi. Ia menilai kenaikkan uang subsidi menjadi Rp800 juta juga masih belum cukup. Sesuai hitungan yang sudah dilakukan pihaknya, angka Rp1,5 miliar paling pas.

"Kalau keputusan resmi belum ada (kenaikan subsidi). PSSI sudah sampaikan Rp 800 juta per bulan. Tapi, kami mintanya sampai Rp 1,5 miliar karena tidak ada pemasukan lain kalau tak dari situ. Kan tidak ada penonton," pungkasnya.