BolaSkor.com - Real Madrid mengambil kebijakan memangkas gaji pemain untuk bertahan di tengah masa pandemi virus corona. El Real mengikuti jejak Barcelona dan Atletico Madrid yang telah melakukan hal tersebut terlebih dahulu.

LaLiga adalah satu di antara kompetisi yang terdampat virus corona. Kompetisi nomor satu di Spanyol tersebut ditangguhkan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Baca Juga:

Mengenang Lorenzo Sanz, Presiden La Septima yang Mengubah Sejarah Real Madrid

4 Pemain yang Jadi Fondasi Kebangkitan Real Madrid di Era Lorenzo Sanz

Toni Kroos Tolak Ide Pemotongan Gaji

Real Madrid

Menilik situasi saat ini, para peserta LaLiga perlu memikirkan cara untuk tetap bertahan. Sebab, pemasukan sangat berkurang lantaran kompetisi disetop. Selain itu, daya beli masyarakat juga berkurang.

Barcelona dan Atletico Madrid adalah dua di antara klub yang memilih cara memotong gaji pelatih plus pemain. Cara tersebut kini juga diikuti Real Madrid.

"Pemain beserta pelatih tim utama sepak bola dan basket Real Madrid, dengan didampingi kapten dan pimpinan klub, mencapai kesepakatan memangkas gaji mereka tahun ini antara 10 hingga 20 persen. Semua itu dilakukan sehubungan dengan situasi tertentu yang mungkin akan memengaruhi penuntasan musim olahraga 2019-2020," tulis Real Madrid dalam pernyataan resmi.

"Keputusan ini yang dijalankan para pemain, pelatih, dan karyawan akan menghindari langkah-langkah traumatis yang bisa memengaruhi pekerja lain. Selain itu, serta berkontribusi kepada tujuan ekonomi lembaga dalam menghadapi hilangnya pendapatan yang akan dilakukan untuk beberapa bulan ke depan sebagai konsekuensi dari pengangguhan dan kelumpuhan sebagian besar kegiatan komersial."

Sebelumnya, pemain Real Madrid, Toni Kroos, sempat mengkritik kebijakan pemangkasan gaji pesepak bola. Menurutnya, lebih baik mendapatkan gaji penuh, kemudian disisihkan sebagian untuk membantu perang melawan virus corona.