BolaSkor.com - Enam orang petinggi, termasuk pengurus Persija Jakarta mundur per Februari 2019. Dua di antaranya adalah nakhoda tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut, yaitu Gede Widiade (direktur) dan Muhammad Rafil Perdana (CEO).

Satgas Anti Mafia Bola terus menelusuri kasus pengaturan skor yang mewabah di Liga Indonesia. Sejumlah mantan petinggi PSSI pun telah dibekuk terkait pelanggaraan hukum ini. Nama Persija pun ikut terseret-seret kasus yang memilukan tersebut.

Persija adalah kampiun Liga 1 musim lalu. Raihan juaranya begitu dramatis. Macan Kemayoran menjadi yang terbaik setelah memenangkan pertandingan di partai terakhir. Namun, ketika kasus pengaturan skor mulai ditangani Satgas Anti Mafia Bola, sejumlah petinggi Persija mendadak mundur.

Satgas Anti Mafia Bola lewat Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo membuka kemungkinan untuk memanggil mantan pengurus Persija demi mengembangkan penyelidikan. Hanya saja, rencana tersebut baru sebatas wacana.

Baca Juga:

Tim Pelatih Persija Tidak Tahu Manajemen Ingin Depak Neguete dan Jakhongir

Piala Indonesia: Neguete Titik Lemah, TIRA Persikabo akan Memanfaatkan Kontra Persija

"Jadi apabila ada fakta hukum, yang mengarah pada suatu perbuatan pidana dan tekait masalah beberapa orang, tentunya nanti dari Satgas Anti Mafia Bola akan melakukan pemeriksaan pada orang tersebut," ujar Dedi kepada wartawan.

"Satgas Anti Mafia Bola juga berkonsentrasi segara mungkin menugaskan kasus ini. Ya agar tidak mengganggu ritme dan jadwal yang sudah ditetapkan pihak PSSI. Terkait masalah pertandingan-pertandingan di 2019. Contoh pertandingan Piala Presiden. Pada Mei sudah bergulir untuk Liga 1."

"Kemudian di tahun ini (Piala) AFC sudah mulai juga harus tergelar, ini jangan sampai tertanggung, ini menjadi pertimbangan PSSI agar pertimbangan dari satgas (Anti Mafia Bola) agar kinerjanya tetap berjalan, pertandingan sepak bola Indonesia syukur-syukur tidak terganggu prestasinya dengan tambahan support ini prestasi sepak bola Indonesia semakin meningkat dan nanti juga untuk pemilihan generasi sepak bola Indonesia terpilih dengan baik dengan kita-kita betul sama memitigasi terjadinya match fixing di beberapa liga, Liga 3, 2 maupun 1," tuturnya mengakhiri.