BolaSkor.com - Dampak yang ditimbulkan dari mewabahnya virus corona di dunia mencakup hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, kesehatan, dan dunia olahraga. Tidak terkecuali bagi mereka, pemain-pemain dengan status bebas transfer (free transfer) di akhir musim.

Liga-liga top Eropa menunda pertandingan hingga awal April 2020 dengan potensi liga diakhiri lebih cepat, sistem baru untuk menentukan tim-tim promosi dan degradasi, hingga play-off untuk menentukan juara liga.

Tidak mudah memang mengatur jadwal kembali dari agenda yang sudah direncanakan, sebab agenda sepak bola sangat padat setiap tahunnya. Bahkan ada wacana untuk menunda dua perhelatan olahraga besar dunia tahun ini, yakni Piala Eropa dan Olimpiade.

Baca Juga:

Liga Ditunda karena Virus Corona, Liverpool Tetap akan Diberikan Titel Premier League

Pesan Cristiano Ronaldo kepada Publik soal Virus Corona

Dampak Virus Corona: 4 Cara Premier League Akhiri Musim Ini

Apabila benar ditunda maka kompetisi dapat kembali berjalan hingga Juli 2020. Tentu saja risikonya para pemain tidak banyak beristirahat (berlibur) dan juga catatan: pertandingan sudah relatif aman dilanjutkan karena penyebaran virus corona yang menurun.

Situasi itu tidak ideal bagi semua pihak. Pun demikian kegalauan besar dirasakan para pemain yang berstatus bebas transfer di akhir musim ini. Nasib mereka tidak menentu karena kontrak berakhir pada iJuni dan liga - kemungkinan - belum berakhir.

Itu artinya pemain-pemain bisa saja menolak untuk bermain dan pergi dari klub karena dari segi kontrak dan profesional pekerjaan mereka berhak melakukannya. Kontrak berakhir pada Juni dan mereka dapat hengkang.

Situasi tersebut dapat menyulitkan tim-tim yang masih mengandalkan mereka seperti halnya Willian di Chelsea, Nemanja Matic di Manchester United, dan Jan Vertonghen di Tottenham Hotspur.

Willian dan Nemanja Matic

"Klub akan mencoba menjadi kreatif tetapi begitu tiba 30 Juni (maka) pemain tidak lagi memiliki kewajiban untuk membela tim - itu intinya. Pemain memiliki semua kekuatan dalam skenario ini," ucap Udo Onwere, Kepala dan Mitra Olahraga di Kantor Pengacara Bray dan Krais Solicitos, yang sering mengatur kontrak pemain-pemain Premier League.

Solusi Tengah

Apabila musim masih terus berlanjut maka salah satu opsi yang dapat digunakan klub untuk menahan kepergian pemain-pemain berstatus bebas transfer adalah memberikan kontrak sementara.

Maksud dari kontrak sementara itu adalah kontrak khusus dengan durasi waktu yang ditentukan sampai musim benar berakhir. Dalam hal itu, pemain, agen, dan klub harus mencapai kata sepakat. Kontrak itu, menurut Dailymail, disebut kontrak satu kali pembayaran.

Tapi tentu saja mewujudkannya tak semudah membalikkan telapak tangan, sebab pada kenyataannya para pemain berstatus bebas transfer tak punya hak membela klub jika kontraknya telah berakhir.

"Mengapa juga saya harus menyarakan kepada pemain saya untuk menyepakati (kontrak) hingga akhir musim, ketika dia bisa saja cedera di kala itu dan menghentikannya teken kontrak dengan klub lainnya?" tutur salah satu agen senior kepada Sportmail.

"Satu-satunya cara kami menyetujuinya adalah jika kontraknya cukup besar untuk mengambil risiko."

Perpanjangan Kontrak

Ini bukan solusi baru karena klub-klub telah melakukannya sebelum virus corona menyerang Eropa. Para pemain tersebut dapat terus membela klub jika kontrak mereka diperpanjang - tanpa paksaan dan keinginan sendiri.

Menurut aturan Bosman, pemain-pemain free transfers sudah bebas bernegosiasi dengan klub lainnya dalam enam bulan terakhir kontraknya. Tetapi, mereka juga bisa memilih opsi untuk teken kontrak baru jika klub mengajukan proposal yang menarik.

Pemain-pemain Berstatus Bebas Transfer

69 pemain di Premier League berstatus bebas transfer pada 30 Juni mendatang, di antaranya merupakan nama-nama besar seperti Willian, Jan Vertonghen, Nemanja Matic, Adam Lallana (Liverpool), Leighton Baines (Everton), Pedro (Chelsea), dan David Silva (Manchester City).

Itu baru di Premier League, belum lagi di liga-liga top Eropa lainnya seperti di Ligue 1, Serie A, Bundesliga, dan LaLiga. Masa depan mereka tentunya menjadi tanda tanya dalam situasi terkini di tengah serangan virus corona di Eropa.