BolaSkor.com - Kompetisi sepak bola Jepang, J League menjadi magnet tersendiri untuk para pemain Asia bekarier. Kasta tertinggi kompetisi sepak bola Jepang, Meiji Yasuda J League 1 bisa menjadi jembatan bagi pemain Asia yang ingin berkarier nantinya di Eropa.

Maklum saja, J1 League menjadi kompetisi di negara Asia yang memiliki profesionalitas tinggi layaknya Eropa. Banyak pemandu bakat berburu pemain potensial dari Asia dengan melihat J1 League.

Tak hanya J1 League, kompetisi kasta kedua atau yang kini disebut Meiji Yasuda J2 League juga menjadi magnet bagi pemain Asia. J2 League juga kerap dikunjungi pemandu bakat berburu pemain potensial dari Asia.

Baca Juga:

Hasrat Marc Klok, Mentas di Piala Asia bersama Timnas Indonesia

Rasa Syukur Rizky Pellu dan Tekad Osvaldo Usai Gabung Timnas

Itulah faktor yang membuat banyak pemain Asia bermimpi main di J1 League d an J2 League, tak kecuali para pemain Indonesia.

Berikut 15 calon pemain Timnas Indonesia yang layak bermain di J League. Dari 15 calon ini akan diambil 5 pemain melalui polling. Berikut ulasannya?

1. Ryuji Utomo (Persija/Penang FC)

Ryuji Utomo
Ryuji Utomo. (PSSI)

Ryuji Utomo adalah salah satu pemain Indonesia yang punya pengalaman membela klub di luar negeri. Ia pernah terpilih masuk dalam tim SAD Indonesia yang berlatih di Uruguay pada periode 2011-2012.

Kemudian, ia pernah memperkuat klub Bahrain, Al Najma. Lalu, ia berkiprah di kompetisi Liga Thailand bersama PTT Rayong.

Saat ini, Ryuji sedang menjalani masa peminjaman di klub Malaysia, Penang FC, dari Persija Jakarta. Ryuji bisa dibilang salah satu pemain yang begitu fokus dalam menjaga standar fisiknya. Sikap disiplin seperti itu sangat dibutuhkan untuk para pemain yang ingin berkiprah di J League.

2. Yanto Basna (PT Prachuap FC)

Yanto Basna
Yanto Basna. (PT Prachuap)



Pemain asal Papua ini sudah tiga tahun terakhir bermain di Liga Thailand. Mulai dari Khon Kaen FC (2018), Sukhothai FC (2019), serta memperkuat PT Prachuap FC di kompetisi tertinggi Thailand musim ini.

Ia pun mengakui memiliki hasrat untuk bisa berkompetisi di J League. Berstatus sebagai bek timnas Indonesia dan pengalamannya di Thailand, Yanto Basna sepertinya layak untuk memperkuat klub Meiji Yasuda J1 League.

Apalagi bersama PT Prachuap ia saat ini menjadi salah satu pilihan utama di posisi bek tengah PT Prachuap.

3. Amiruddin Bagus Kahfi (FC Utrecht)

Bagus Kahfi
Bagus Kahfi. (FC Utrecht)



Bagus baru saja bergabung ke klub Liga Belanda, FC Utrecht, dari Barito Putera. Pemuda asli Magelang ini adalah tipe penyerang haus gol dan usianya masih muda.

Pada umur 18 tahun, Bagus Kahfi kini sedang mencoba untuk main di luar Indonesia. Selain Eredivisie, Meiji Yasuda J1 League adalah tujuan yang masuk akal.

Kemampuan pemain Timnas U-19 Indonesia era Fakhri Husaini tersebut akan makin matang di Negeri Sakura yang sering memaksimalkan bakat pemain muda.

4. Evan Dimas (Persija)

Evan Dimas
Evan Dimas. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)



Ketika namanya mencuat saat membawa Timnas U-19 Indonesia juara di Piala AFF U-19 2013, Evan Dimas langsung dikait-kaitkan dengan berbagai klub di Eropa.

Ia sempat diperebutkan oleh Chonburi FC (Thailand) dan Selangor FA (Malaysia). Namun, ia lebih memilih memperkuat Selangor FA pada 2018.

Evan sempat mengutarakan hasratnya untuk bermain di Jepang. Ia ingin lebih dulu berkiprah di Thailand agar bisa dilirik oleh klub-klub Negeri Matahari Terbit. Karena tak jarang para pemain dari Liga Thailand direkrut oleh klub-klub Jepang.

Namun bukan tidak mungkin, gelandang Persija Jakarta itu bisa direkrut langsung klub J1 League.

5. Saddil Ramdani (Sabah FC)

Saddil Ramdani
Saddil Ramdani. (BolaSkor.com/Putra Wijaya)



Saddil Ramdani adalah pemain yang punya kelebihan dalam kecepatan, serta memiliki tendangan jarak jauh yang cukup mematikan.

Ia bahkan pernah dalam waktu beruntun memperkuat Timnas Indonesia U-19, U-22, serta Senior. Itu menunjukkan kualitasnya layak untuk berkiprah di klub luar negeri.

Pada musim lalu, ia sempat memperkuat klub Malaysia, Pahang FA. Tak salah jika ia mulai membuka peluang untuk berkiprah di J1 league. Kini, ia memperkuat Sabah FC.

6. Febri Hariyadi (Persib)

Febri Hariyadi
Febri Hariyadi. (PSSI)

Pemain sayap Persib ini punya permainan yang tak kenal lelah ketika di atas lapangan. Kecepatannya kerap merepotkan lini pertahanan lawan.

Selain itu, ia juga punya tendangan keras dari luar kotak penalti yang kerap menjadi gol untuk membantu timnya memenangkan pertandingan.

Kemampuan yang dimiliki Bow, sapaan akrab Febri Hariyadi, bisa bersaing untuk mendapatkan tempat di tim utama klub J1 League.

7. Osvaldo Haay (Persija)

Osvaldo Haay
Osvaldo Haay. (PSSI)



Osvaldo adalah top skorer SEA Games 2019. Padahal, ia tadinya merupakan pemain sayap dan diubah sedikit posisinya sebagai penyerang utama pada ajang tersebut oleh pelatih Indra Sjafri.

Hasilnya, ia menjadi salah satu pemain yang paling diperebutkan menjelang musim 2020. Hingga akhirnya, ia memilih untuk berlabuh di Persija Jakarta.

Sebelumnya, ia juga sempat mengikuti trial di klub Spanyol, CD Numancia, pada 2019. Kecepatan dan ketajaman di depan gawang lawan bisa menjadi salah satu penilaian tersendiri bagi klub-klub Meiji Yasuda J1 League untuk merekrut pemain asal Papua ini.