BolaSkor.com - Inter Milan resmi mengumumkan Antonio Conte sebagai pelatih baru mereka. Conte datang menggantikan Luciano Spalletti yang dilepas meski mampu membawa Inter finis di empat besar, dua musim beruntun.

Bagi fans Juventus, kabar gabungnya Conte ke Inter tentu saja tidak populer. Tapi bagi Inter, langkah ini terbilang cerdas. Inter sendiri terlihat sudah berpikir matang dan sudah lama menjatuhkan pilihan kepada Conte.

Pengumuman resmi Inter menandai kembalinya Conte ke kancah sepak bola setelah dipecat oleh Chelsea. Conte dipecat Chelsea menyusul kegagalannya membawa klub ke Liga Champions. Menarik jika melihat Conte ke Inter menggantikan Spalletti yang sukses membawa Inter ke Liga Champions.

Baca Juga:

Fans Juventus Minta Status Legenda Conte Dicopot Andai Gabung Inter Milan

3 Pemain Terdepak apabila Antonio Conte Latih Inter Milan

Spalletti-Conte

Di Italia, Conte identik dengan Juventus. Melatih Juventus adalah pekerjaan terakhir Conte di Italia. Di Juventus, tiga musim Conte menjadi pelatih, setelah sebelumnya 13 tahun mengabdi sebagai pemain.

Usai Conte dipastikan melatih Inter, pendukung Juventus dikabarkan harap-harap cemas. Sebaliknya, fans Inter menyambut antusias kedatangan pelatih baru.

Jika membandingkan statistik Opta Spalletti dan Conte, wajar jika Interisti antusias dan Juventini was-was.


Banyak Gol

Meski acap dikritik sebagai pelatih panganut permainan pragmatis, namun data mengungkap selama di bawah Conte, Juventus dan Chelsea terbilang subur dalam urusan gol.

Dalam rentang lima musim tersebut, tim asuhan Conte tak pernah mencatat rata-rata gol per laga kurang dari 1,74. Bahkan pada musim pertama di bawah Conte, Chelsea mencatat rata-rata 2,3 gol per pertandingan.

Sebagai pembanding, Inter saat dilatih
Spalletti hanya bisa mencatat 1,65 gol per laga pada 2017-18. Catatan itu bahkan melorot menjadi 1,5 pada musim 2018-19.


Soliditas Pertahanan

Saat di bawah Conte, pertahana Juventus tak bisa digolongkan solid. Dalam tiga musim, La Vecchia Signora rata-rata kebobolan 0,71 gol per laga.

Catatan terbaik datang pada musim 2011-12. Ketika itu Bianconeri hanya kemasukan 0,6 gol tiap pertandingan. Satu musim kemudian, angka itu naik menjadi 0,71 dan kembali turun semudim berikutnya menjadi 0,67.

Bagaimana saat di Chelsea. Saat dibesut Conte, The Blues tercatat kebobolan 0,93 dan 0,98 gol per laga dalam dua musim dilatih Conte.

Sedangkan Inter asuhan Spalletti rata-rata kemasukan 0,77 dan 0,88 gol per laga dalam dua musim. Dalam kategori ini, Spalletti unggul daripada Conte di Chelsea.

Meski demikian, Conte bisa saja mengatakan saat bersama Chelsea dirinya lebih bermain menyerang. Terbukti dari lebih dari 100 gol yang dibuat Chelsea di semua kompetisi pada era Conte.


Pemenang Sejati

Tak ada yang meragukan kemampuan Conte dalam urusan membawa timnya meraih kemenangan. Bahkan pada periode keduanya bersama Chelsea, musim yang membuatnya didepak, Conte masih bisa mencatat 54,2 persen kemenangan di semua kompetisi.

Bandingkan dengan Spalletti yang hanya bisa memenangi separuh dari total laga yang dilakoni Inter dalam dua musim. Dalam urusan raihan poin, Conte juga unggul dibandingkan Spalletti.

Dalam lima musim terakhir sebagai pelatih, Conte mampu mengemas 2,19 poin per laga. Sedangkan Spaletti cuma bisa mengeruk 1,79 poin bersama Inter Milan.

Publik Inter tentu berharap Conte bisa meraih 78,7 persen kemenangan seperti yang diukirnya di musim pertama bersama Chelsea. Ketika itu, Conte mampu membawa The Blues meraih dua trofi sekaligus, Premier League dan Piala FA.