BolaSkor.com - Hari ini, Selasa (21/4), diperingati sebagai Hari Kartini. Di mana, sosok pahlawan wanita nasional lahir bernama Raden Ajeng Kartini pada 21 April 1879. Beliau sangat gigih memperjuangkan emansipasi wanita.

Saat ini, banyak wanita yang mewariskan perjuangan beliau, meski dalam bentuk lebih terkini. Banyak wanita berprestasi di Indonesia menunjukkan jati dirinya lebih hebat dari pria. Salah satunya adalah Sicillia Setiawan.

Sicilia adalah pelatih dari tim futsal wanita Football Plus Bandung. Tidak banyak yang tahu, sosok wanita cantik tersebut ternyata sudah menggeluti dunia sepak bola sejak lama, khususnya dalam olah raga futsal. Apalagi, Sicilia menjadi pelatih wanita yang memegang lisensi AFC.

Baca Juga:

Cerita Uyung Si Dara Manis Persib Putri: Peran Ayah dalam Karier hingga Kekaguman pada Sosok Kartini

7 Pesepak Bola Wanita yang Memesona di Edisi Awal Liga 1 Putri

Sicilia Setiawan. (Instagram/@Sicilia13)

Cerita Awal Terjun ke Futsal

Sicilia merupakan lulusan jurusan akuntansi Universitas Parahyangan. Wanita kelahiran Wonosobo tersebut sudah gemar dengan dunia olah raga sejak kecil. Pertama kali, ia tertarik dengan dunia olah raga basket. Akan tetapi lama kelamaan, ia sudah mulai mengetahui dunia futsal dan sepak bola.

Ketertarikannya tersebut ternyata membuat mimpinya ingin membangun sepak bola wanita. Maklum saja, sepak bola wanita kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat, dan tidak dapat perhatian khusus dari PSSI dan Pemerintah (Kemenpora).

Ia mulai terjun ke dunia kepelatihan saat bekerja sebagai staf finance di Football Plus. Namun, ia merasa tertantang dan tertarik untuk terjun melatih sekitar tiga tahun lalu.

"Sebelum menjadi pelatih Football Plus, saya membantu di bagian keuangan mereka. Lama-lama saya jadi tertarik melatih. Lalu saya jadi full time di sana, dan mulai melatih menjadi asisten," ungkap Sicilia kepada BolaSkor.com.

"Dulu pada saat melatih, lebih fokus ke sepak bola. Saya ingin memajukan sepak bola wanita. Tapi, amat sulit karena tidak ada turnamen sepak bola wanita. Sehingga, banyak anak-anak yang datang latihan mengeluh. Untuk apa mereka latihan kalau tidak mengikuti turnamen? Jadi saya beserta anak-anak pindah haluan ke futsal. Saat itu, mulai digemari oleh mereka (kaum hawa), terutama saat futsal wanita Indonesia berprestasi di kejuaraan Asia Tenggara. Kemudian, saya melakukan training eksternal, yang bekerja sama dengan KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda)" tambahnya.

Sicilia Setiawan bersama tim Football Plus. (Instagram/@Sicilia13)

Pelatih Wanita Futsal Lisensi AFC

Sicilia terus menggeluti dunia kepelatihan futsal. Sampai pada akhirnya, ia mendapatkan lisensi AFC. Ia masuk dalam empat besar peserta terbaik. Padahal, Sicilia menjadi satu-satunya peserta wanita dalam program tersebut.

Saat ini, Sicilia menjadi satu dari tiga wanita pemegang lisensi AFC di Indonesia. Namun di level Liga Futsal Nusantara (LFN) dan WPFL (Women Pro Futsal League), ia merupakan satu-satunya pelatih aktif pemegang lisensi Asia ini.

Ia pun mengukir pretasi bersama Football Plus, di antaranya promosi ke kompetisi kasta tertinggi futsal putri Indonesia, WPFL. Lalu menjadi runner up Liga LFN 2017.

"Prosesnya penuh kerja keras dan fokus. Karena kursus (lisensi AFC) berlangsung dari pagi hari pada pukul 08.00, dan kadang dengan adanya tugas dan segala macam, saya harus berdiskusi dan mengerjakan tugas sampai jam 12 malam setiap harinya. Saya belajar banyak dari para pelatih yang mengikuti kursus tersebut, tak kecuali para instruktur. Terkadang saya sedikit kagok, lantaran saya satu-satunya peserta wanita," ucap Sicilia.

Tak hanya di dalam negeri, Sicilia juga berprestasi di luar negeri. Ia ikut memberi pelatihan bagi anak-anak lokal di Soccer Camp yang berlangsung di Nepal, 09-13 April 2017 lalu. Saat itu, ia menjadi satu-satunya pelatih asing di acara tersebut.

Baca Juga:

Wawancara Eksklusif Annisa Qosasi: Mundurnya Ratu Tisha hingga Potensi Jadi Suksesor di Pos Sekjen PSSI

4 Prestasi Serbapertama PSSI pada Era Ratu Tisha

Sicilia Setiawan saat berada di Nepal. (Instagram/@Sicilia13)

Dukungan Penuh Keluarga

Apa yang didapat Sicilia tidak terlepas dari dukungan keluarga. Keluarganya sangat mendukung kiprah dan karier Sicilia, meskipun olah raga sepak bola dan futsal lebih didominasi kaum Adam.

"Awalnya mereka sempat bertanya apa bisa hanya melatih saja bisa membayar keperluan hidup saya, dan masa depan saya. Tapi, sejauh ini masih bisa, dan dengan melatih, saya sempat berkunjung ke beberapa negara. Tapi, yang paling penting dengan melatih, kita bisa mengubah hidup seseorang. Keluarga saya mendukung secara penuh apa yang saya lakukan sekarang. Jadi, tidak ada (yang melarang). Mereka (keluarga) mendukung saya karena dari dulu saya memang menggemari olah raga," kata Secilia.

Sicilia Setiawan bersama Football Plus saat meraih prestasi. (Instagram/@Sicilia13)

Hambatan Menjadi Pelatih Futsal dan Sepak Bola Wanita

Jalan yang dilalui Sicilia tak semulus apa yang dibayangkan. Meski mendapat dukungan dari keluarga, ada beberapa hambatan yang harus dilaluinya sebagai pelatih futsal dan sepak bola wanita.

Satu yang pasti adalah mengatasi sifat moody para anak asuhnya. Mengingat, sifat wanita tersebut kerap menimbulkan masalah untuk diri sendiri dan orang di sekitarnya.

"Bisa dibilang harus hati-hati. Kita harus membaca situasi dan jangan lelah untuk bertanya apa kabar ke mereka satu persatu. Selain pelatih, saya memposisikan diri saya sebagai kakak dan teman untuk mereka. Jadi sering kali mereka curhat ke saya tidak hanya masalah futsal, tapi juga masalah di luar lapangan. Kita harus menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak-anak," katanya.

"Apalagi dulu (ketika baru-baru ada futsal wanita), pertama saya sulit membuat tim wanita. Sering kali yang datang latihan 2-3 orang saja. Kadang tidak datang kalau hujan. Sering kekurangan pemain kita. Ada beberapa pemain yang tidak datang latihan, karena tidak diperbolehkan oleh kedua orang tuanya," tambahnya.

Sicilia Setiawan (kiri) saat memimpin Football Plus bertanding di Bengawan Cup III. (BolaSkor.com/Istimewa)

Harapan Seorang Sicilia Setiawan

Meski begitu, Sicilia mempunyai sebuah harapan yang luar biasa terhadap dunia futsal dan sepak bola wanita. Sebuah cita-cita emas untuk Indonesia dan hak wanita yang tidak boleh dibatasi.

"Saya ingin melihat lebih banyak lagi anak-anak perempuan berkecimpung dan terjun di dalam dunia futsal dan sepak bola. Saya ingin melihat lebih banyak lagi kartini-kartini Indonesia berkarier dan berprestasi di futsal serta sepak bola."

"Itu bukan sesuatu yang mustahil. Apalagi bukan sesuatu yang dilarang. Karena setiap orang berhak punya kesempatan yang sama di mana pun mereka berprestasi, tanpa harus dikotak-kotak-an. Saya berharap kita semua bisa bekerja sama untuk menyediakan wadah sehat dan fair, agar anak-anak perempuan kita bisa lebih berprestasi lagi, karena itu kewajiban kita (masyarakat, orang tua, pemerintah, dan PSSI)."