BolaSkor.com - Di cabang olahraga berkuda terbagi beberapa kategori yakni equestrian, polo, dan pacuan. Dalam sejarah, pacuan memiliki tradisi kental terhadap masyarakat Indonesia.

Di Sumatra Barat, pacuan kuda merupakan olahraga rakyat dan festival. Hingga saat ini, tanah minang masih melanjutkan tradisi menggelar pacuan kuda di setiap tahun.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Sumatera Barat yang juga Wali Kota Bukit Tinggi, Ramlan Nurmatias menceritakan pentingnya Pacuan Kuda dan euforia masyarakat menontonnya.

“Olahraga ini (Pacuan) bukan bikin kelompok, olahraga ini milik kita bersama. Di sini, tua-muda, perempuan-pria, nonton Pacuan. Makan saja dibungkus untuk dimakan sambil nonton Pacuan," terang Ramlan.

Baca Juga:

Monas atau GBK, Formula E Jakarta Semakin Rumit

Panitia Formula E Diminta Tiru PSSI

Euforia yang besar membuat ketua Pordasi, Triwatty Marciano, bersama ketua KONI, Marciano Norman, turut hadir pada Pacuan Kuda Tradisional dan Open Race di Payakumbuh, Sumatra Barat.

Kehadiran Triwatty tak lepas dari visi dan misinya menyelaraskan equestrian dengan pacuan. Beberapa tempat yang menjadi tuan rumah Pacuan antara lain Bukit Tinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, Batu Sangkar, Solok, Pariaman, Sawah Lunto, dan yang baru adalah Padang.’

Pacuan kuda di Sumatra Barat tak hanya menjadi olahraga dan hiburan, tetapi juga lapangan pekerjaan. Beberapa pekerjaan yang terbuka karena Pacuan mulai dari pemotong rumput gelanggang, pelatih kuda, joki kuda, dan lain sebagainya.

Ketua KONI, Marciano Norman, memuji industri Kuda Pacu di Sumatera Barat. “Saya bangga melihat kuda-kuda pacuan di sini, sebagai hasil ternak kuda lokal,” ujar Marciano.