BolaSkor.com - Manajemen Sriwijaya FC angkat bicara soal pernyataan yang menjelaskan masih menunggak hak dua mantan pemainnya, Yanto Basna dan Maldini Pali. Pernyataan ini keluar setelah Sriwijaya FC menyelesaikan persoalan gaji, yang sampai masuk ranah hukum.

Dua pemain itu tak masuk dalam 30 yang sebelumnya melapor ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan sempat membawa masalah ke Pengadilan Negeri Palembang beberapa waktu lalu. Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid, menjelaskan bahwa Sriwijaya FC sudah tidak memiliki tunggakan ke Maldini Pali.

Terkait pernyataan Maldini Pali yang menyebut masih punya hak dari manajemen Sriwijaya FC sebesar Rp 90 juta untuk sisa tunggakan gaji dan uang muka, pria asal Padang ini mengungkapkan bahwa semua angka itu sudah dibayar lunas.

Manajemen dijelaskan Faisal Mursyid memegang bukti otentiknya berupa kwitansi. "Kalau gaji yang katanya di bulan Juli 2017, sebenarnya itu sudah kami bayar dan dokumen kwitansi pembayaranya masih ada," ujarnya.

Baca Juga:

Harapan Pelatih Sriwijaya FC di Laga Perdana Liga 2 Kontra Perserang

PSIM Jogja Terancam Pincang di Awal Musim Liga 2

Faisal menjelaskan bahwa sang pemain sempat terjerat masalah hukum saat masih membela Laskar Wong Kito. Manajemen bersikap tegas dengan memberikan sanksi berupa denda pembayaran kompensasi kepada tim yang dibela.

"Jadi terkait masalah pembayaran-pembayaran dengan Maldini Pali, semua sudah selesai," tegasnya.

Sedangkan untuk Yanto Basna, yang disebutnya masih punya hak sekitar Rp 40 juta, yaitu sisa tunggakan gaji yang belum dibayar, Faisal menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyelesaikan pembayaran sebelum pemain hijrah ke tim Sukhotai FC Thailand.

"Perlu diketahui, bahwa pada awal tahun 2018, kami sudah langsung buat surat pemberitahuan pada PT LIB, untuk nantinya lakukan pembayaran pada pemain bersangkutan. Dikurangi dari subsidi Liga," ujar Fasial Mursyid.

Manajemen sudah memberitahukan hal itu kepada Basna dan PT LIB sebagai operator Liga. "Jadi semua sudah selesai dan kami anggap clear," ujarnya. (Laporan Kontributor Dzakira/Palembang)