BolaSkor.com - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta PSSI untuk berkoordinasi sebelum menggelar turnamen pramusim dan Liga 1 musim depan. Sinergi ini bertujuan untuk transparansi jalannya kegiatan.

"Mengimbau baik federasi dan operator untuk mempersiapkan diri pengajuan rekomendasi musim depan. Termasuk kegiatan pramusim, yaitu Piala Presiden," ujar Ketua BOPI, Richard Sam Bera.

"Kami juga berharap kewajiban yang harus diselesaikan baik itu klub, operator, federasi, sudah terselesaikan sebelum kegiatan musim depan dimulai, termasuk pramusim."

"Bahwa, supaya kegiatan pramusim dan liga berjalan efektif, transparan, tertata dengan baik, sehingga kompetisi, termasuk pramusim, akan menjadi sajian, tontonan, hiburan sepak bola profesional yang layak dinikmati masyarakat," kata Richard menambahkan.

Richard Sambera tidak ingin PSSI mengulangi kejadian seperti musim lalu. Ketika itu, BOPI tidak dilibatkan dalam penyelenggaraan kompetisi.

Baca Juga:

Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Myanmar dan Taiwan

Indra Sjafri Sudah Putuskan Kapten Timnas Indonesia U-22

"Dari informasi yang kami dapatkan dari musim lalu, kompetisi musim lalu, belum ada koordinasi dengan BOPI. Oleh sebab itu kami memberikan imbauan jauh-jauh hari supaya tahun ini dapat bekerja sama menatap kegiatan pramusim. Tetap saja ranahnya profesional cabang olahraga," terang Richard.

Dengan adanya koordinasi dengan BOPI, lanjut Richard, pihaknya dapat memantau serta mengawasi keberlangsungang kompetisi. Terutama mengenai pemain asing, yang datang ke Indonesia dengan dokumen bodong.

"Ini kan, fungsi BOPI menjaga undang-undang peraturan nasional, dalam hal ini peraturan-peraturan ketenagakerjaan. Peraturan imigrasi, perpajakan, kami jaga untuk diterapkan. Jangan ada pemain yang cabor apapun, masuk dengan visa turis, lalu dapat penghasilan," tutur Richard.

"Kita juga berkoordinasi dengan pihak-pihak imigrasi, perpajakan, ketenagakerjaan, kepolisian, itu yang kami jaga peraturan tersebut supaya liga ini semua yang terlibat di dalamnya sesuai undang-undang," imbuhnya.