Bolaskor.com - Erling Haaland tampil gemilang saat Borussia Dortmund menang 2-1 melawan Paris Saint-Germain (PSG), Rabu (19/02) dini hari WIB. Haaland berhasil mencetak dua gol pada pertandingan leg satu babak 16 besar Liga Champions itu. Hal tersebut membuat kagum pelatih Dortmund, Lucien Favre.

Performa pemain berusia 19 tahun itu memang sedang membuat kagum penggemar sepak bola dunia. Ketajamannya di depan gawang lawan semakin baik sehingga ia langsung menjadi striker andalan Die Borussen - julukan Dortmund - pasca pindah RB Salzburg Januari lalu.

Favre pun kagum dengan performa pemain mudanya tersebut. Tak hanya kagum dengan ketajaman di lini depan, pelatih asal Swiss itu juga kagum dengan kemampuan Haaland dalam membantu pertahanan timnya.

Baca Juga:

Menanti Kapan Waktu Erling Haaland Mengecewakan Borussia Dortmund

6 Pembelian Terbaik Musim Dingin 2020 di Lima Liga Top Eropa

Erling Haaland yang Terus Menebar Sensasi dengan Borussia Dortmund

Erling Haaland bobol gawang PSG

"Dia (Haaland) bertahan dengan baik dengan yang lain," ujar Lucien Favre dikutip dari Goal.

"Dia juga berdiri sangat kompak dalam berkombinasi dengan pemain lain. Ini membantu kami bahwa dia juga bertahan. Dia melakukannya dengan sangat, sangat baik," lanjut dia.

Meskipun banyak pujian yang diterima Haaland, ia merasa masih bisa meningkatkan performanya jauh lebih baik lagi. Pemain asal Norwegia itu merasa senang dengan penampilannya, namun ia harus tetap bekerja keras dan waspada pada pertemuan kedua melawan PSG.

"Saya senang dengan orang yang memberikan penghargaan pertandingan, tetapi saya merasa masih bisa melakukan jauh lebih baik," kata Haaland.

"Saya harus bermain lebih baik di level ini, harus bekerja keras untuk meningkatkan," tambah dia.

"Hasil ini cukup berbahaya, sebab Paris adalah tim yang sangat kuat dan masih dapat bangkit pada leg kedua," tutup penyerang bernomor punggung 17 tersebut.

Tidak hanya tajam mencetak gol tapi juga siap berkorban demi kepentingan tim ketika bertahan, Erling Haaland telah menunjukkan kualitas-kualitas dan etos kerja yang dapat menjadikannya striker top Eropa. Patut diingat usianya baru berumur 19 tahun.

Penulis: Deva Asmara Kusuma