BolaSkor.com - Momen pemilihan presiden Barcelona yang akan berlangsung beberapa hari lagi terganggu dengan perkembangan skandal Barcagate. Empat pejabat teras Blaugrana termasuk Josep Maria Bartomeu baru saja diamankan pihak kepolisian.

Bartomeu yang berstatus mantan presiden klub diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait perannya dalam skandal Barcagate. Tiga orang lain yang turut terseret dalam kasus ini adalah Oscar Gau (CEO Barcelona), Roman Gomez Ponti (Kepala hukum Barcelona), dan Jaume Masferrer (penasihat Bartomeu).

Barcagate merupakan manuver ilegal Bartomeu untuk memperbaiki citranya di mata publik. Namun hal itu dilakukan dengan menyerang sejumlah pengkritik termasuk Lionel Messi hingga Pep Guardiola.

Baca Juga:

Camp Nou Disambangi Polisi, Eks Presiden Barcelona Ditangkap

Linimasa Skandal Barcagate di Balik Penangkapan Josep Maria Bartomeu

Skandal Barcelona: Mereka yang Terciduk Polisi dan Perannya dalam Barcagate

Bartomeu menggandeng perusahaan bernama I3Ventures untuk melakukan hal itu. Masalahnya, ia menggunakan wewenangnya sebagai presiden Barcelona dan mengeluarkan dana sebesar satu juta euro dari kas klub.

Ironisnya, penangkapan tersebut hanya terjadi kurang dari sepekan sebelum pemilihan presiden Barcelona dilakukan. Event akbar tersebut akan berlangsung pada 7 Maret mendatang.

Euforia pemilihan presiden tentu akan terganggu dengan kasus ini. Hal ini mendapat respons dari tiga kandidat yaitu Joan Laporta, Victor Font, dan Toni Freixa.

Ketiga sosok tersebut menyayangkan penangkapan keempat orang tersebut. Namun mereka punya pandangan berbeda menanggapi kasus ini.

Joan Laporta

Joan Laporta

Laporta tengah melakukann sesi wawancara saat kabar penangkapan empat pejabat Barcelona itu diketahui publik. Ia pun menanggapinya dengan sedikit terkejut.

"Ini bukan kabar baik atau kabar gembira bagi Barca karena orang ini pernah menjadi presiden klub. Meskipun tidak memiliki manajemen yang baik, dia tetap menjadi presiden FC Barcelona dan itu adalah berita yang tidak menyenangkan bagi siapa pun," kata Laporta dilansir dari Mundo Deportivo.

"Kami sangat menghormati tindakan pengadilan dan polisi, serta penghormatan maksimum dan praduga tidak bersalah kepada parav tersangka. Kami sangat menyayangkan bahwa peristiwa-peristiwa ini telah terjadi, yang sangat merusak citra dan reputasi klub kami."


Victor Font

Victor Font

Sama seperti Laporta, Victor Font meminta semua pihak menjunjung tinggi asas paduga tak bersalah kepada empat orang yang ditangkap. Hal ini juga menjadi pelajaran baginya andai nanti terpilih sebagai presiden.

“Kami telah mengatakan sejak lama bahwa model klub yang telah berjalan hingga sekarang tidak lagi berfungsi. Penting untuk melakukan perubahan dan memiliki klub yang jauh lebih transparan," kata Font.

"Badan perwakilan harus benar-benar terbuka terlepas dari siapa pun yang bertanggung jawab dan bahwa mekanisme kontrol berfungsi. Hanya dengan perubahan ini kita dapat memastikan bahwa mulai sekarang situasi ini tidak akan terulang kembali."


Toni Freixa

Toni Freixa

Toni Freixa merupakan rival Bartomeu dalam pemilihan presiden Barcelona periode 2015-2020. Ia mengakui sudah curiga dengan kinerja sang lawan sejak lama.

"Saya adalah kandidat pada tahun 2015 melawan Bartomeu, dengan ide yang berbeda dari idenya. Biarlah tidak ada yang percaya bahwa saya telah baik hati dan menyadari apa yang telah dilakukannya dengan baik dan buruk," kata Freixa.

"Episode Barçagate sudah diselidiki dan kita harus menunggu hasil penyelidikan dan menghormati praduga tidak bersalah. Kita juga tidak boleh melupakan kasus Sandro Rosell."