BolaSkor.com - Timnas Finlandia mengukir sejarah baru lolos ke turnamen besar untuk kali pertama. Turnamen besar yang akan menjadi panggung debut mereka nanti adalah Piala Eropa 2020. Hal itu dipastikan saat melawan Liechtenstein.

Menjamu Liechtenstein di Sonera Stadium, Sabtu (16/11) dini hari WIB, Finlandia menang 3-0 melalui gol yang dicetak Jasse Tuominen (21') dan dua gol Teemu Pukki (64' penalti dan 75'). Finlandia mendampingi Italia ke Piala Eropa 2020 dari grup H.

"Saya benar-benar bangga dan bahagia untuk tim ini. Ini adalah presentasi matang dari kami. Para pemain bermain dengan hati yang besar," tutur Markku Kanerva, pelatih timnas Finlandia, setelah timnya memastikan tiket Piala Eropa 2020.

Baca Juga:

Pukki dan Generasi Terbaik Finlandia Menjawab Pertanyaan 'Why Not Us?'

Mengulas Ketajaman Kompatriot Striker PSM Makassar, Teemu Pukki di Premier League

Hasil Kualifikasi Piala Eropa: Denmark dan Spanyol Pesta Gol, Italia Menang

Lolos untuk kali pertama ke turnamen besar dan mengukir sejarah. Jelas ada suatu hal yang spesial dari skuat terkini Huuhkajat - julukan timnas Finlandia. Bagi Anda yang belum mengetahuinya, berikut lima fakta menarik mengenai Finlandia:

Finlandia

Akhir Penantian Panjang

Nama-nama top seperti Jussi Jasskelainen, Jari Litmanen, Mikael Forrsell, Sami Hyypia, dan Antii Niemi pun tak mampu melakukan apa yang dilakukan skuat terkini. Finlandia sudah mengikuti 30 kualifikasi, kombinasi Piala Dunia dan Piala Eropa, tanpa pernah berhasil lolos ke fase grup turnamen.

Sejak mengikuti kualifikasi pada 1937, baru di percobaan ke-31 Finlandia berhasil mengukir sejarah lolos ke turnamen besar. Finlandia lolos sebagai runner-up grup J, memenangi enam kemenangan dan tiga kekalahan dari sembilan laga yang telah dimainkan.

Peran Krusial Teemu Pukki

Teemu Pukki

Tajam di usia senja. Menjelang umur 30 tahun, Teemu Pukki semakin matang dalam permainannya. Ketajamannya di level klub dengan Norwich City berlanjut ke timnas. Termasuk dua gol melawan Liechtenstein, Pukki kini telah mencetak 24 gol dari 79 caps.

Sembilan gol dicetak Pukki dari tujuh laga di kualifikasi dan ia hanya melewatkan 19 menit pertandingan di fase grup. Perannya sangat krusial. Tidak hanya sebagai pencetak gol, Pukki juga bisa membuka ruang bagi rekan setimnya.

Markku Kanerva, Otak di Balik Penampilan Hebat Finlandia

Markku Kanerva (tengah)

Sejak dipromosikan menjadi pelatih kepala pada Desember 2016, menggantikan Hans Backe, Markku Kanerva menjadi dalang di balik performa hebat Finlandia. Kanerva langsung menerapkan taktik klasik 4-4-2.

Pukki biasanya berduet dengan Jasse Tuominen di lini depan - keduanya menjebol gawang Liechtenstein. Perubahan sudah mulai terjadi sejak Kanerva menangani Finlandia. Sejak bermain di UEFA Nations League pada September 2018, Finlandia bermain 17 kali dan memenangi 11 laga.

Pusat permainan Kanerva tidak bergantung kepada pemain muda atau senior, melainkan kombinasi keduanya yang melebur jadi kolektivitas permainan.

Pertahanan Solid

Di grup J, Finlandia baru kebobolan delapan gol - terbaik kedua setelah Italia (tiga gol). Kontra Liechtenstein, Finlandia mencatatkan clean sheets untuk kali keenam. Bahkan, Italia yang mencetak 25 gol di fase grup, hanya bisa dua kali menjebol gawang Finlandia di dua laga.

Pertahanan mereka digalang oleh dua pemain berpengalaman di jantung pertahanan, Joona Toivio dan Paulus Arajuuri, yang sama-sama berusia 31 tahun. Serta Jukka Raitala (31 tahun) dan Juha Pirinen (28 tahun) di kedua sisi sayap.

Panutan Finlandia: Tim Sparv

Tim Sparv

Gelandang berusia 32 tahun memimpin timnya dengan memberikan contoh saat bertanding. Tim Sparv memiliki kelas dan profesionalisme dalam permainannya memimpin tim, serta menjaga kekuatan Finlandia di lini tengah.

Pemain Midtylland pernah bermain untuk tim muda Southampton. Kini, pengemas 73 caps dan satu gol memiliki kesempatan langka memimpin Finlandia memainkan debut di turnamen besar dunia.