BolaSkor.com - Catatan bagus dibukukan Persebaya Surabaya tatkala menghadapi Bhayangkara FC di Liga 1. Persebaya tak pernah kalah atas Bhayangkara dari empat pertemuan terakhir sejak 2018 lalu. Pelatih Persebaya Aji Santoso meminta Rachmat Irianto dkk. lebih termotivasi pada laga di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (24/9).

Pertemuan kedua tim pertama kali terjadi pada Liga 1 2018. Persebaya bermain imbang 3-3 dengan Bhayangkara dalam pertemuan pertama pada 11 Juli 2018 lalu.

Persebaya kemudian menang 1-0 pada 26 November 2018. Semusim kemudian, tim asal Kota Pahlawan ini mencatatkan dua kali kemenangan. Masing-masing 2-0 pada 31 Agustus 2019 dan 4-0 pada 8 Desember 2019.

Hanya saja, saat ini posisi kedua tim berbanding jauh. Bhayangkara bertengger di peringkat keempat klasemen sementara Liga 1 2021/2022.

Mereka belum terkalahkan dari tiga laga dengan koleksi tujuh poin dari dua kali kemenangan dan sekali imbang. Sementara Persebaya terseok-seok di posisi 12 dengan sekali menang dan dua kali kalah.

Baca Juga:

Bela Ardi Idrus, Robert Alberts Tak Mau Puji Bekcham Setinggi Langit

Kerja Keras dan Bermain Baik Tidak Cukup bagi Persija

"Bhayangkara tim bagus dihuni dengan materi pemain-pemain yang berpengalaman. Tetapi saya ingatkan kepada para pemain (Persebaya), lawan bagus harus dijadikan motivasi. (Kami) harus mempunyai keinginan kuat untuk (meraih) hasil positif di pertandingan nanti," ujar Aji.

Pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut menyebutkan sudah mempersiapkan antisipasi untuk meredam ketajaman Ezechiel Ndouasel. Striker Bhayangkara itu telah mengemas empat gol.

"Saya sudah men-drill latihan anak-anak untuk bertahan mengantisipasi Ezechiel," sebut Aji.

"Ya sudah saya antisipasi bagaimana untuk menjaga striker itu yang saat ini menjadi salah satu top skorer sementara. Tinggal nanti bagaimana aplikasi anak-anak di lapangan untuk menjaga pertahanan," tambahnya.

Laga antara kedua tim bakal berlangsung dalam tensi tinggi. Hal ini karena adanya sejarah kelam yang pernah mewarnai hubungan kedua klub.

Seperti diketahui, sebelum bernama seperti sekarang, di masa lalu Bhayangkara juga pernah menyandang nama Persebaya. Kendati setelah itu berganti menjadi Surabaya United, Bonek FC, hingga Surabaya Bhayangkara.

Aji menyadari tingginya tensi pertandingan ini. Karena itu, pelatih 51 tahun tersebut berharap para pemain Bajol Ijo tampil dengan kemampuan terbaik di lapangan.

"Yang jelas saya tekankan kepada pemain agar bermain 100 persen, saya tidak minta 200 persen. Dan saya tidak mau anak-anak main hanya dengan (kemampuan) 90 persen saja," tandasnya. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)