BolaSkor.com - Winger Bali United, M. Rahmat memahami bahwa bukan pemain saja yang kecewa lantaran Liga 1 tertunda hingga Februari 2021. Pemain asal Kabupaten Takalar ini turut melihat dampak luas akibat tertundanya kompetisi.

Rahmat memahami bahwa sepak bola bukan sekadar pekerjaan bagi pemain. Dalam lingkaran sepak bola, banyak pula orang yang bergantung dari tingginya animo masyarakat saat kompetisi berjalan.

Dengan tak adanya kompetisi, antusiasme masyarakat untuk membeli merchandise klub pasti menurun. Para suporter pun kehilangan salah satu hiburan yang sangat dinantikan.

Baca Juga:

Rahmad Darmawan Sarankan Liga 1 2020 Diakhiri

Latihan Bali United Resmi Berakhir, Teco: Sedih Dapat Berita Buruk

"Bukan hanya pemain yang terkena dampaknya, tapi klub terutama. Ada pula pelatih, ofisial, suporter, dan penggiat ekonomi di sekitar sepak bola, seperti penjual jersey," ucap Rahmat, Jumat (30/10).

Rahmat kecewa. Apalagi dia dan tim Bali United sudah kerja keras sejak 3 Agustus lalu. Namun Rahmat juga memahami sikap PSSI ketika memutuskan Liga 1 ditunda hingga 2021. Pastinya ada banyak hal yang sudah dipertimbangkan ketika membuat keputusan.

"Saya rasa PSSI lebih tahu mana yang terbaik untuk saat ini, disituasi yang seperti ini. Kenyataan sudah seperti ini, harus diterima dengan baik dan dengan lapang dada, sembari berharap akan ada jalan yang terbaik di depan dan liga kembali jalan," tuturnya.

Bali United resmi menutup agenda latihan tahun ini pada Kamis (29/10). Kemungkinan latihan baru akan dilakukan pada Januari nanti ketika PSSI bisa memastikan kompetisi jalan Februari 2021.

Rahmat pun memutuskan pulang ke Makassar. Di kota yang membesarkan namanya, Rahmat akan menjaga kondisi. Apalagi tim pelatih akan memberikan program fisik pada para pemain. Selain itu, dia akan membantu sang istri berbisnis pakaian di Makassar. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)