BolaSkor.com - AC Milan resmi mengamankan penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimovic. Lantas, apakah Ibra bisa membawa Milan ke tempat lebih baik?

Zlatan Ibrahimovic kembali ke AC Milan pada bursa transfer musim dingin 2020. Mantan juru gedor Inter Milan itu dikontrak hingga akhir musim. Jalinan kisah Ibra dengan Milan bisa berlangsung lebih lama karena ada opsi perpanjangan kontrak satu musim.

Meski sudah masuk usia gaek untuk pesepak bola, namun Ibrahimovic tetap mendapatkan upah tinggi. Milan berani membayar sang penyerang hingga 3,5 juta euro per musim.

Baca Juga:

Zlatan Ibrahimovic Sepakat Kembali Perkuat AC Milan

Raiola Jadi Kunci AC Milan Datangkan Ibrahimovic dan Pertahankan Donnarumma

Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic memilih nomor punggung 21 pada periode kedua di Milan. Selain karena nomor 9, 10, dan 11 yang biasa ia pakai sudah digunakan pemain lain, Ibra juga punya alasan khusus.

"Nomor tersebut dipilih anak tertua saya. Saya menunjukkan kepadanya nomor yang tersedia, kemudian dia memilih 21," ulas Zlatan Ibrahimovic seperti dikabarkan Sempremilan.

Zlatan Ibrahimovic diharapkan bisa menyelesaikan masalah di lini depan Milan. Saat ini, Rossoneri kesulitan mencetak gol karena para penyerang masih tumpul. Akibatnya, Milan berada pada posisi ke-11 klasemen sementara Serie A.

Bahkan, Milan baru mengemas 16 gol dalam 17 pertandingan Serie A. Jumlah tersebut merupakan yang terburuk dibandingkan 13 tim teratas di klasemen.

Ibra berharap bisa menyelesaikan masalah itu dan memberikan yang terbaik untuk Milan. "Tujuan saya adalah membatu Milan dan memperbaiki situasi. Secara pribadi, saya ingin melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan," terang sang striker.

Melihat dari kondisi terkini, kedatangan Zlatan Ibrahimovic pun masih sulit membawa Milan mencapai target lolos ke Liga Champions - kendati Ibra bisa mencetak 31 gol dalam 31 pertandingan pada musim 2018-2019.

Selain jarak yang terbentang dengan tim papan atas cukup jauh, Milan membutuhkan pemain kreatif di lini kedua untuk memberikan umpan matang kepada para penyerang.

Saat ini, peran tersebut diemban Lucas Paqueta. Namun, pemain asal Brasil itu justru dikaitkan dengan pintu keluar karena menjadi incaran Paris Saint-Germain. Permainan Paqueta pun dinilai belum memuaskan.

Dengan waktu bursa transfer musim dingin yang tersisa, Milan perlu bergerak menggaet gelandang anyar. Milan membutuhkan pemain yang bisa menjadi jembatan antara lini depan dan belakang.

Masalahnya, tidak mudah mendapatkan pemain bagus pada bursa transfer tengah musim. Biasanya, klub akan menolak melego pemain bintangnya pada pertengahan musim. Masalah bagi Milan bertambah karena sedang dalam pengawasan UEFA terkait Financial Fair Play.

Dengan begitu, Milan bisa memanfaatkan formula peminjaman disertai opsi tebus. Nantinya, Rossoneri dapat memulangkan sang pemain bila dinilai tidak sesuai keingingan.