BolaSkor.com - Manchester City akan bertamu ke markas Chelsea pada laga pekan keenam Premier League 2021-2022, di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (25/9). Belakangan ini, Chelsea kerap menjadi momok untuk Man City.

Ketika tim Inggris lainnya kesulitan menekuk Manchester City, Chelsea punya cerita berbeda. Dari enam pertandingan terakhir, The Blues menorehkan empat kemenangan dan dua kalah. Bahkan, tiga pertandingan terakhir selalu usai dengan raihan tiga poin.

Baca Juga:

6 Talenta Muda yang Dapat Menyita Perhatian di Piala Liga

5 Tim di Musim 2021-2022 dengan Kedalaman Skuad Terbaik di Eropa

4 Alasan Chelsea dan Manchester City Pantas Mendapatkan Label Kandidat Juara

Tak pelak, muncul pertanyaan kenapa Chelsea menjadi tim yang sulit dikalahkan oleh Manchester City. Padahal, The Citizens menguasai kompetisi dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut ini adalah tiga alasan kenapa Chelsea masih jadi momok untuk Manchester City:

Materi Pemain Tak Kalah Berbintang

Chelsea

Manchester City terus memperkuat diri dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pada sisi lain, hal yang sama juga dilakukan Chelsea dengan sokongan dana dari Roman Abramovich.

Manchester City merupakan klub Premier League paling boros di bursa transfer dalam 10 musim terakhir. Usai Sheikh Mansour membeli saham, The Citizens berubah menjadi tim bergelimang harta.

Contohnya adalah pada musim ini. Man City diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Ruben Dias, Bernardo Silva, Raheem Sterling, Kevin De Bruyne, Jack Grealish, dan Gabriel Jesus.

Namun, hal yang sama juga dilakukan Chelsea. Bisa dibilang, Chelsea adalah klub Inggris yang paling mendekati Man City dari sisi pengeluaran di bursa transfer.

The Blues punya sejumlah pemain bintang lima seperti Thiago Silva, Jorginho, Kai Havertz, Saul Niguez, Christian Pulisic, Timo Werner, dan Romelu Lukaku.

Oleh karena itu, secara kualitas, Chelsea tidak kalah dengan Manchester City. The Blues kerap menghadirkan mimpi buruk untuk Man City.

Thomas Tuchel di Belakang Kemudi

Man City

Meskipun Manchester City memiliki Pep Guardiola yang berada di kursi manajer, tetapi Chelsea juga punya jagoan taktik lainnya yakni Thomas Tuchel.

Pelatih 48 tahun itu langsung memberikan dampak positif usai menggantikan Frank Lampard. Tuchel membawa The Blues meraih gelar Liga Champions pada musim pertamanya.

Selain itu, Tuchel membuat Chelsea bermain solid dengan formasi tiga bek. Padahal, taktik tersebut tidak lazim dimainkan di Inggris.

Guardiola pun angkat topi melihat apa yang dilakukan Tuchel di Chelsea. Baginya, Tuchel adalah sosok berpengaruh di balik capaian The Blues.

"Kenapa Chelsea bermain sangat bagus? Itu karena mereka punya tiga bek tengah yang berdekatan. Mereka juga punya gelandang bertahan, gelandang serang, dan dua striker yang sangat-sangat dekat," papar Guardiola seperti dinukil BT Sport.

"Itulah mengapa Anda tidak bisa mendekat karena mereka mendorong Anda melebar. Selain itu, Chelsea juga punya banyak pemain tengah yang bagus. Itulah alasan sulitnya menghadapi tim yang menginginkan bola dan bermain dengan bola," sambungnya.

"Saya pikir itu sangat besar (pengaruh Tuchel). Saya melihat pertandingan pertama yang ia lakukan melawan Wolves. Namun, saya sudah melihat pola ketika menghadapinya saat masih di Mainz dan Borussia Dortmund," urai mantan pelatih Bayern Munchen itu

"Saya tahu dia akan melakukannya dengan cepat dan sangat bagus di Chelsea," jelas Guardiola.

Prestasi di Domestik dan Eropa

Chelsea

Jika sejauh ini kemampuan Manchester City baru teruji di level domestik, Chelsea sudah melangkah lebih jauh. The Blues memiliki catatan prestasi di kompetisi Eropa.

Hingga saat ini, mimpi Man City yang belum bisa diwujudkan adalah juara Liga Champions. Man City kerap gagal meskipun mencapai babak-babak akhir.

Sementara itu, Chelsea bisa membanggakan diri. Chelsea mengoleksi dua titel Liga Champions, dua trofi Liga Europa, dan dua gelar Piala Super Eropa.

Oleh karena itu, beban Chelsea juara di Eropa lebih kecil daripada Man City. The Blues pun bisa fokus untuk meraih gelar Premier League, titel yang terakhir kali direngkuh pada musim 2016-2017.