BolaSkor.com - Michael Carrick menjalani perannya sebagai caretaker Manchester United dengan nyaris sempurna. Ia bahkan mampu menebus sejumlah dosa peninggalan Ole Gunnar Solskjaer.

Seperti diketahui, Manchester United menunjuk Carrick sebagai caretaker selepas mendepak Solskjaer. Hal itu terjadi usai kekalahan memalukan kontra Watford, dua pekan silam.

Solskjaer harus kehilangan pekerjaan karena gagal mengeluarkan performa maksimal Manchester United. Serangkaian hasil buruk dalam dua bulan terakhir membuat posisinya tak dapat ditolong.

Baca Juga:

Alasan Gol Kontroversial Smith Rowe Disahkan Wasit

Sederet Fakta Menarik yang Warnai Kemenangan Manchester United atas Arsenal

Usai Kalahkan Arsenal, Carrick Pamit Tinggalkan Manchester United

Penunjukkan Carrick sebagai caretaker sempat disambut dengan banyak keraguan. Selain minim pengalaman, ia merupakan asisten Solskjaer.

Paul Scholes bahkan dengan tegas menilai Carrick tak pantas mengisi posisi tersebut. Ia diminta ikut mundur karena turut bertanggung jawab seperti halnya Solskjaer.

Namun Carrick menjawab semua keraguan. Tiga kali memimpin Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berlaga, tiga kali juga tak terkalahkan.

Manchester United sukses mengalahkan Villarreal dan Arsenal. Sementara satu laga lain berakhir imbang saat menyambangi markas Chelsea.

Laga kontra Arsenal menjadi tugas terakhir Carrick sebagai caretaker. Setelah ini, Ralf Rangnick akan mengambil kemudi.

"Saya menghormati klub dan saya menghormati manajer baru yang datang. Saya ingin membuat keputusan sebelum saya melakukan kontak dengannya atau berbicara dengannya," kata Carrick usai pertandingan.

Carrick tampaknya mengusung misi khusus saat menerima tawaran sebagai caretaker. Ia ingin membuktikan skuat Manchester United peninggalan Solskjaer tak seburuk seperti yang dikatakan banyak orang.

Carrick kini sukses membuktikan hal itu. Rekor tanpa kekalahan dalam tiga laga melawan tim-tim kuat menjadi acuannya.

Carrick juga mampu menebus tiga dosa Solskjaer saat menjabat sebagai manajer. Dosa apa saja yang dimaksud? berikut ini rangkumannya:

1. Lolos ke Fase Gugur Liga Champions

Salah satu dosa terbesar Solskjaer saat menjabat sebagai manajer adalah gagal mengantarkan Manchester United ke fase gugur Liga Champions musim lalu. Padahal tim asuhannya mengawali perjalanan dengan baik.

Manchester United sempat mengalahkan Paris Saint-Germain dan RB Leipzig pada dua laga awal. Namun kemudian hasil buruk datang dan terlempar ke Liga Europa.

Musim ini, Solskjaer nyaris mengulangi dosa yang sama saat takluk dari Young Boys pada laga perdana fase grup. Beruntung ia mampu memanfaatkan laga kandang dengan maksimal demi menjaga peluang timnya.

Duel kontra Villarreal yang menjadi debut Carrick merupakan laga krusial bagi Manchester United. Kekalahan bisa membuat mereka mengulangi nasib musim lalu.

Carrick pun melewati pertandingan ini dengan mulus. Kemenangan atas Villarreal dengan skor 2-0 bahkan membuat timnya lolos dengan status juara grup.

Hasil berbeda sangat mungkin diraih Manchester United andai Solskjaer masih duduk di kursi manajer.


2. Maksimalkan Potensi Jadon Sancho

Jadon Sancho merupakan salah satu pemain impian Solskjaer. Winger lincah itu dinilai bisa menjadi jawaban dari lemahnya sisi kanan penyerangan Manchester United.

Solskjaer akhirnya mampu memboyong Sancho pada awal musim 2021-2022. Namun penampilan mantan pemain Borussia Dortmund itu jauh dari kata memuaskan.

Label pembelian gagal bahkan mulai disematkan kepada Sancho. Ia gagal mencatatkan satu pun gol dan assist selama Solskjaer menjadi manajer.

Peruntungan Sancho berubah drastis saat Carrick menjabat sebagai caretaker. Pemain berusia 21 tahun itu langsung membuka rekening golnya pada laga kontra Villarreal.

Sancho kemudian mencetak gol perdana di Premier League saat Manchester United bermain imbang 1-1 kontra Chelsea. Carrick seperti lebih tahu cara memaksimalkan potensi jebolan akademi Manchester City tersebut.


3. Mengalahkan Arsenal

Dosa terakhir Solskjaer adalah rekor buruknya kontra Arsenal. Ia menjadi satu-satunya manajer pasca Sir Alex Ferguson yang gagal mengalahkan The Gunners di Old Trafford.

Solskjaer hanya mampu meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan saat menjamu Arsenal di Premier League. Ini tentu bukan sebuah rekor yang baik mengingat tim asal London Utara itu tengah menjalani masa-masa sulit dalam beberapa musim terakhir.

Carrick sekali lagi sukses menebus dosa tersebut. Manchester United asuhannya mampu mengalahkan Arsenal dengan skor 3-2 yang sekaligus menutup 15 tahun masa pengabdiannya di klub.