BolaSkor.com - Manchester United tinggal selangkah lagi untuk menyelesaikan transfer Antony dari Ajax Amsterdam. Pemain berkebangsaan Brasil itu akan menjadi winger keempat dalam sejarah Setan Merah yang diboyong dari Eredivisie.

Manchester United memang butuh satu winger baru untuk mengisi sisi kanan. Itu tak lepas dari masih belum jelasnya nasib Mason Greenwood yang tersangkut kasus hukum.

Manchester United memang sudah memiliki Jadon Sancho di posisi tersebut. Namun pemain berusia 22 tahun itu kini lebih banyak dimainkan di sektor kiri.

Baca Juga:

Here We Go, Antony ke Manchester United dan Pecahkan Rekor Transfer Eredivisie

Antony dan 10 Rekor Transfer Termahal Eredivisie

Respons Cody Gakpo Dengar Antony Merapat ke Manchester United

Manajer Manchester United, Erik ten Hag memainkan Anthony Elanga sebagai sayap kanan dalam dua laga terakhir. Meski mampu meraih kemenangan, tetapi performa pemain berpaspor Swedia tersebut masih jauh dari memuaskan.

Tak heran jika Ten Hag ngotot mendorong petinggi klub untuk mendatangkan Antony. Banderol mahal yang dipatok Ajax tak membuat Manchester United gentar.

Menariknya, Manchester United punya cerita beragam saat memboyong winger dari Eredivisie. Ada yang sukses dan gagal.

BolaSkor.com telah merangkum rekam jejak tiga winger jebolan Eredivisie sebelum Antony yang diboyong Manchester United. Berikut ini rinciannya:

1. Park Ji-sung

Park Ji-sung menjadi winger dari Eredivisie pertama yang didatangkan Manchester United. Momen itu terjadi pada musim panas 2004.

Manchester United menebus Ji-sung dari PSV Eindhoven dengan biaya sekitar 4 juta poundsterling. Sir Alex Ferguson terkesan dengan performa sang winger yang membawa raksasa Belanda itu ke semifinal Liga Champions musim sebelumnya.

Namun awalnya banyak yang meremehkan Ji-sung. Kedatangannya dianggap hanya strategi Manchester United untuk menarik lebih banyak penggemar dari Asia.

Terbukti Ji-sung sempat kesulitan menembus tempat utama pada awal kedatangannya. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai memberikan kontribusi nyata.

Ji-sung akhirnya mampu bertahan di Manchester United selama tujuh musim. Daya juang yang tinggi dalam bermain membuat sosoknya begitu dicintai suporter.

Ji-sung tercatat mampu mempersembahkan 13 trofi bergengsi untuk Manchester United. Hal itu membuatnya kini masih menjadi winger jebolan Eredivisie tersukses di Old Trafford.


2. Memphis Depay

Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Memphis Depay ke Manchester United pada musim panas 2015. Winger PSV Eindhoven tersebut dianggap sebagai pewaris nomor punggung 7 terbaik pasca era Cristiano Ronaldo.

Depay memang dianugerahi skill individu di atas rata-rata layaknya Ronaldo. Produktivitas golnya juga lumayan tinggi.

Namun Depay pada akhirnya gagal menjawab ekspektasi tinggi tersebut. Terbukti dirinya sulit menemukan performa terbaik bersama Manchester United.

Depay tercatat hanya mampu bertahan selama 1,5 musim di Manchester United. Ia kemudian dijual ke Olympique Lyon pada Januari 2017.


3. Tahith Chong

Satu tahun setelah datangnya Depay, Manchester United kembali membajak seorang winger dari Eredivisie. Pemain itu adalah Tahith Chong yang direkrut dari akademi Feyenoord Rotterdam.

Ketika pertama kali datang pada April 2016, Chong baru berusia 17 tahun. Ia pun dimasukkan ke tim kelompok umur Manchester United lebih dulu.

Chong butuh waktu sekitar dua tahun untuk promosi ke tim utama. Ia kemudian mencatatkan debut pada awal Januari 2019 pada ajang Piala FA.

Sayangnya perkembangan karier Chong di tim utama tak semulus seperti yang dibayangkan. Faktor cedera dan persaingan sengit membuatnya minim mendapat menit bermain.

Chong bahkan harus rela menjalani masa pinjaman ke sejumlah klub sejak musim 2020-2021. Peruntungannya tak banyak berubah sejak Eik ten Hag duduk di kursi manajer.