BolaSkor.com - Inter Milan akhirnya kembali meraih Scudetto setelah lebih dari satu dekade berpuasa. Hasil imbang yang diraih Atalata di kandang Sassuolo memastikan Inter mengakhiri dominasi Juventus di Serie A. Dengan masih tersisa empat laga, armada Antonio Conte sudah tidak bisa dikejar lagi.

Bagi Inter Milan, ini merupakan trofi pertama mereka sejak 2011. Ini juga menjadi Scudetto pertama sejak 2010, ketika Nerazzurri meraih treble di bawah asuhan Jose Mourinho.

Baca Juga:

Inter Bisa Raih Scudetto Akhir Pekan Ini, Conte Tak Mau Ada Kejutan

Chelsea Siap Pecahkan Rekor Transfer untuk Pulangkan Romelu Lukaku

Antonio Conte Dianggap Lebih Baik ketimbang Van Gaal dan Mourinho

Tidak sedikit yang beranggapan sukses Inter menjadi juara Serie A tidak lepas dari kegagalan mereka di kancah Eropa. Dengan kata lain, setelah tersingkir di kompetisi Eropa, Inter bisa fokus penuh memburu Scudetto.

Namun, secara keseluruhan, Inter bisa dikatakan pantas menjadi kampiun Italia. Mereka memiliki lini pertahanan dan barisan terbaik sepanjang musim ini di Serie A.

Berikut empat faktor yang membawa Inter Milan menjadi juara Serie A musim 2020-21.

1. Antonio Conte

Conte adalah sosok yang memulai dominasi Juventus di Serie A. Sangat menarik karena saat ini Conte menjadi sosok yang mengakhiri dominasi Juventus yang dia mulai.

Suporter sejati Juventus yang kemudian sukses menjadi pemain dan pelatih, Conte membawa Bianconeri meraih tiga scudetto pertama dari rekor sembilan beruntun. Kejutan terjadi saat Conte menjadi pelatih Inter, rival terbesar Juventus.

Tugas Conte di Inter tidaklah mudah. Dia datang pada 2019, saat Inter syarat masalah. Saat itu Inter sedang kacau-balau, para pemain bintang tampil minor dan suasana ruang ganti tidak kondusif. Namun lewat pendekatan khas Conte yang keras dan disiplin, serta sangat memerhatikan detail, Inter perlahan berubah.

Pada musim perdananya, Conte membawa Inter ke final Liga Europa, di mana mereka kalah dari Sevilla. Tidak hanya itu, mereka juga tidak begitu jauh dari scudetto.

Sempat berpikir meninggalkan Inter karena tidak sejalan dengan pemilik, Conte akhirnya tetap bertahan dan terus membangun skuadnya.


2. LuLa

Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez berhasil membentuk kemitraan yang luar biasa menakutkan. Duet ini kemudian dijuluki LuLa oleh media Italia.

Tanda tanya besar sempat diapungkan saat Conte memutuskan menggaet Lukaku dari Manchester United pada 2019 senilai 80 juta euro. Tidak sedikit yang menilai harga tersebut terlalu tinggi.

Namun di bawah bimbingan Conte, Lukaku tampil kinclong. Musim lalu dia mencetak 34 gol di semua kompetisi, yang merupakan catatan terbaik dalam kariernya.

Musim ini Lukaku mengoleksi 27 gol di semua kompetisi. Tidak hanya itu dia juga menjadi penyuplai gol, termasuk bagi duetnya, Martinez.

Duet LuLa mencetak 55 gol musim lalu. Sedangkan musim ini sudah mencapai 44 gol.


3. Trio Bek Tengah

Tidak dimungkiri, salah satu kunci sukses Inter di era Conte adalah trio bek tengah yang mereka miliki. Memainkan tiga bek tengah memang sudah menjadi andalan Conte. Saat di Juventus, Conte memiliki Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini alias trio BBC.

Kini Conte menciptakan 'BBC baru' di Inter dengan Milan Skriniar, Stefan De Vrij, dan Alessandro Bastoni.

"Saya melihat banyak kemiripan dengan Bonucci, Barzagli, dan Chiellini di Juve. Mereka punya kesamaan dengan Milan, Stefan, dan Alessandro," ujar Conte beberapa waktu lalu.

"BBC juga tidak memenangkan apapun saat saya datang. Saya harap apa yang terjadi dengan BBC juga diikuti Skriniar, De Vrij, dan Bastoni.”

Dan, harapan Conte menjadi kenyataan.


4. Fokus ke Lapangan

Perjalanan Inter Milan tidaklah mulus. Ada gangguan yang sedang berlangsung musim ini di tengah laporan bahwa raksasa ritel Suning yang kesulitan tidak lagi mampu mempertahankan Inter.

Pendanaan dari grup China membawa Inter menuju pemulihan setelah pengambilalihan pada 2016 dengan Suning menginvestasikan sekitar 600 juta euro dalam lima tahun. Inter mampu mendatangkan pemain bintang seperti Lukaku dan Christian Eriksen.

Namun, perusahaan tersebut sedang berjuang karena dampak pandemi virus corona dan telah menghentikan operasinya di klub sepak bola China tersebut. Keuangan Inter juga terkena pandemi, serta tersingkirnya klub dari sepak bola Eropa lebih awal tidak membantu.

Suning memilih mencari investor daripada mencoba melepas klub Serie A tersebut dan media Italia melaporkan pihaknya sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan Bain Capital mengenai kesepakatan pinjaman senilai 270 juta. euro

Di tengah semua itu, Conte berhasil menjaga fokus para pemainnya di lapangan dan menjadi yang pertama memenangkan Serie A di bawah kepemilikan asing.