BolaSkor.com - Tahun 2022 ini akan menjadi tahun ketujuh Anthony Martial membela Manchester United. Datang sebagai pemuda berbakat dari AS Monaco pada 2015, ketika tim dilatih Louis van Gaal, Martial kini sudah berusia 26 tahun.

Pemain yang punya klausul Ballon d'Or masih dipercaya Man United dan bertahan sampai saat ini, setelah musim lalu sempat dipinjamkan ke Sevilla. Karier Martial memang mengalami fase naik turun hingga sempat muncul rumor hengkang.

Pada usia tersebut dan menatap era baru Man United dengan Erik ten Hag, Martial memiliki kesempatan langka untuk membangkitkan kariernya. Menilik pramusim Man United sejauh ini ada harapan baginya untuk membangkitkan karier.

Baca Juga:

Alasan Erik Ten Hag Pertahankan Harry Maguire sebagai Kapten Manchester United

Perbedaan Besar Manchester United dari Tiga Laga Uji Coba Pramusim

Mapan dan Sukses, Harry Maguire Tetap Dipilih Erik ten Hag sebagai Kapten Manchester United

Menilik informasi dari berbagai sumber, berikut lima alasan untuk meyakini potensi kebangkitan karier Martial di bawah arahan Ten Hag:

1. Pramusim Bagus

Tiga laga pramusim dilalui Man United dengan kemenangan melawan Liverpool (4-0), Melbourne Victory (4-1), dan Crystal Palace (3-1). Di tiga laga itu juga Martial bermain bagus sebagai penyerang tengah dan mencetak tiga gol.

Ketajaman mencetak gol menambah kepercayaan diri penyerang, tapi itu bukan satu-satunya tolok ukur menilai performa Martial. Permainannya juga padu di lini depan dengan rekan setimnya. Jangan heran jika Martial akan lebih banyak dimainkan Ten Hag.

2. Potensi Hengkang Cristiano Ronaldo

Sampai saat ini Ronaldo, yang izin karena urusan keluarga, tak jua memperlihatkan batang hidungnya di sesi latihan dan pramusim Man United. Meski profesional menjaga kebugaran dan berlatih sendiri, sikapnya menunjukkan ego superstar.

Ronaldo bisa kesulitan beradaptasi bermain dan tidak memahami sepak bola ala Ten Hag. Isu hengkangnya masih santer beredar. Jika hengkang maka Ten Hag sudah punya Martial, tapi jikalau pun bertahan, Martial jauh lebih padu dalam permainan tim saat ini.

3. Pergerakan di Lini Depan

"Tiga orang di (lini) depan (Jadon Sancho, Marcus Rashford dan Anthony Martial) benar-benar agresif dalam melakukan pressing (menekan)," ujar gelandang serang Man United, Bruno Fernandes, usai Man United menang 3-1 atas Crystal Palace.

"Ketika mereka menekan, mereka menekannya di sepertiga pertahanan lawan, dan membuat lini tengah menjadi sedikit lebih tinggi (naik ke depan)."

Rashford, Martial, Sancho fleksibel bergerak di lini depan dan memusingkan pertahanan lawan. Ketiganya sudah padu karena mengikuti pramusim Ten Hag dan hal tersebut juga bisa menguntungkan Martial.

4. Kepercayaan Diri

Pada musim 2019-2020 Martial menunjukkan bisa jadi ancaman pertahanan lawan jika bermain dalam performa terbaik. Martial mencetak 23 gol dan 17 gol di antaranya tercipta di Premier League, ia dapat bermain di sayap hingga sentral permainan.

Dengan kepercayaan diri yang tepat, serta keyakinan dari Ten Hag, Martial bisa membangkitkan kariernya musim ini dan menjaga asa skuad Prancis untuk Piala Dunia 2022.

5. Erik ten Hag

Tengok perjalanan karier Erik ten Hag di Ajax Amsterdam. Di sana dalam lima tahun karier melatih Ajax, Ten Hag mengorbitkan banyak pemain muda dan yang paling penting adalah ... membangkitkan karier pemain.

Itu sudah terbukti dengan pemain-pemain seperti Dusan Tadic, Sebastien Haller, Davy Klaassen. Jadi mengapa hal itu tidak bisa berlaku untuk pemain seperti Martial, Rashford, dan Sancho.