BolaSkor.com - Juara Bundesliga delapan kali beruntun, Bayern Munchen bergerak cepat mengamankan talenta untuk investasi jangka panjang. Berposisi sebagai bek dia adalah pemain berusia 18 tahun, Tanguy Nianzou Kouassi.

Bayern merekrutnya gratis setelah kontrak Nianzou berakhir dengan Paris Saint-Germain (PSG). Nianzou dikontrak hingga 30 Juni 2024 dan memiliki paspor Pantai Gading serta Prancis.

"Saya sangat bahagia bisa bermain untuk FC Bayern. Ini klub besar, kaya akan tradisi. Saya benar-benar saya bisa memapankan diri saya di sini dan memainkan banyak laga. Untuk itu saya akan bekerja keras," tutur Nianzou di laman resmi klub.

Baca Juga:

Bayern Munchen Resmikan Kedatangan Bek 18 Tahun Milik PSG

Sejumlah Statistik Menarik dari Juara Bertahan Bundesliga Delapan Kali Beruntun, Bayern Munchen

Demi Bertahan di Munchen, Philippe Coutinho Rela Gajinya Dipotong 50 Persen

Tanguy Nianzou Kouassi

Direktur Olahraga Bayern, Hasan Salihamidzic mewakili klub juga senang dengan kedatangan Nianzou yang dilihat Bayern sebagai pemain dengan talenta besar dan masa depan cerah.

"Kami sangat senang bahwa kami dapat membawa Tanguy Nianzou Kouassi ke FC Bayern. Menurut pendapat kami dia adalah salah satu talenta terbesar di Eropa. Posisi terbaiknya adalah bek tengah, tetapi ia dapat mengisi beberapa posisi. Kami yakin ia akan memiliki karier yang hebat di Munchen dan akan memperkuat tim kami," tutur Salihamidzic.

Nama Nianzou masih asing bagi pecinta sepak bola Eropa, namun BolaSkor.com akan coba menjabarkan hal-hal menarik yang perlu diketahui dari Tanguy Nianzou Kouassi. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya:

1. Bepergian Sejauh 50 Kilometer pada Usia 11 Tahun untuk Bermain Sepak Bola

Tanguy Nianzou Kouassi

Dalam hal ini Nianzou seperti halnya legenda sepak bola Prancis, Lilian Thuram, dan pemain RB Leipzig, Christopher Nkunku di usia muda. Pada umur 11 tahun Nianzou berlatih sepanjang pekan dengan asosiasi olahraga Provins, lalu ia bepergian 50 kilometer untuk bermain dengan Fontainebleau.

Itu dilakukannya selama dua tahun sebelum gabung akademi PSG pada 2016. Bakatnya sudah terlihat di Fontainebleau dan pelatihnya di sana, Kevin Menier mengakui talenta yang dimiliki Nianzou.

"Dia (Nianzou) adalah satu-satunya pemain yang lahir pada tahun 2002 di tim saya. Dia sudah bagus, jika tidak lebih baik dari para pemain yang lahir setahun sebelumnya yang saya miliki."

"Di luar kualitas teknis dan atletiknya yang di atas rata-rata, dia memiliki kedewasaan besar dan telah ditakdirkan untuk berkembang di tingkat tertinggi," terang Menier.

2. Lebih Suka Dipanggil Nianzou

Memiliki darah Pantai Gading dan lahir di Prancis, Tanguy Nianzou Kouassi lebih suka dipanggil Nianzou karena keluarganya memanggilnya dengan nama tersebut.

"Nama saya Tanguy Nianzou Kouassi. Saya dipanggil Nianzou karena itulah cara keluarga memanggil saya," ucap Nianzou.

3. Bek Serba Bisa

Tanguy Nianzou di PSG

Nianzou berposisi sebagai bek tengah yang dapat beroperasi di seluruh area lini belakang. Pada usia 17 tahun enam bulan Nianzou memainkan debut Ligue 1 pada Desember 2019 di PSG. Beberapa hari setelahnya Thomas Tuchel memainkannya di Liga Champions.

Usia dan minimnya pengalaman tak menghalangi Nianzou untuk tampil bagus di skuat utama PSG. Nianzou sudah tampil 13 kali dan bahkan mencetak dua gol kontra Amiens SC. Tidak hanya kuat bertahan Nianzou juga dapat mencetak gol.

4. Tipikal Bermain bak Mats Hummels

Seperti halnya mantan bek Bayern Munchen, Nianzou juga memiliki gaya main sepertinya: elegan, memainkan bola (membangun serangan) dari belakang, dan tenang dalam penguasaan bola. Nianzou bermain dewasa melebihi usianya tersebut.

Talenta besar itu kini telah mendarat di Bayern dan Tuchel sangat menyesali kepergiannya.

"Saya menyukai Tanguy. Ini bukan rahasia. Tanpa kontrak profesional dan baru berusia 17 tahun ia memainkan pertandingan paling penting musim ini melawan Dortmund," tutur Tuchel.

"Dia memiliki masa depan yang hebat di klub ini. Dia tahu bahwa waktu untuk pergi belum tiba. Kami menaruh kepercayaan pada dia, dia adalah pemain kunci. Saya tidak bisa memahaminya. Itu (kepergian Nianzou) membuat saya sedih."

5. Legiun Prancis di Bayern bertambah

Nianzou memang sudah berencana untuk belajar bahasa Jerman dan mencari rumah baru, namun ia tak perlu khawatir memiliki kendala bahasa di Bayern. Pasalnya sudah ada lima pemain asal Prancis di skuat Bayern saat ini.

Mereka adalah: Benjamin Pavard, Lucas Hernandez, Mickael Cuisance, Corentin Tolisson, dan Kingsley Coman. Kelima pemain itu sedianya bisa membantu proses adaptasi Nianzou di Bayern.