BolaSkor.com - Anggapan miring mengiringi keputusan Arsenal mundur dari ajang Liga Super Eropa. the Gunners sejak awal dinilai tak layak bersaing dengan klub besar lainnya.

Hal itu tak lepas dari prestasi Arsenal yang meredup dalam beberapa tahun terakhir. Musim ini klub asal London itu bahkan kesulitan untuk menembus 10 besar klasemen Premier League.

Namun anggapan miring itu membuat Mikel Arteta selaku manajer Arsenal terganggu. Ia meminta publik menghormati sejarah klubnya di masa lalu.

Baca Juga:

Liga Super Eropa Respons Pengunduran Diri Wakil Premier League

Arsenal Tak Pantas Masuk Liga Super Eropa

Cabut dari Liga Super Eropa, Arsenal Minta Maaf kepada Fans

Mikel Arteta

“Bahwa kami adalah salah satu klub terbaik di dunia. Saya bangga mewakili klub ini, sejarahnya, dan kami sangat memahami tuntutan dan keunggulan yang harus kami kejar," kata Arteta di situs resmi klub.

“Anda tidak dapat menyangkal sejarah karena ini melekat pada cara tertentu dalam melakukan sesuatu dan untuk mewakili mereka dengan cara yang benar, serta mendapatkan jumlah dukungan dan cinta yang kita miliki di seluruh dunia. Semua itu diperoleh selama bertahun-tahun dengan prestasi dari banyak orang yang telah terlibat dalam sejarah klub ini."

Liga Super Eropa punya tujuan untuk menandingi gemerlapnya Liga Champions. Turnamen ini awalnya didirikan oleh 12 klub besar Inggris, Spanyol, dan Italia.

Namun enam klub Inggris yang terlibat telah mengundurkan diri. Protes dari suporter menjadi alasan utama keputusan ini.

Respons Arteta

Arsenal secara resmi telah mengajukan permohonan maaf kepada para suporternya karena sempat berniat ambil bagian di Liga Super Eropa. Hal ini turut menjadi perhatian Arteta.

“Saya pikir ini telah memberikan pelajaran besar dan itu menunjukkan pentingnya sepakbola di dunia. Jiwa olahraga ini adalah milik para penggemarnya dan hanya itu," tambahnya.

"Selama pandemi, kami telah berusaha mempertahankan industri ini dengan tidak adanya penggemar di stadion. Namun ketika para penggemar harus keluar dan berbicara, mereka melakukannya dengan sangat keras dan jelas, dan mereka mungkin mengirimkan pesan terkuat yang pernah dikirim di dunia sepak bola."