BolaSkor.com - Bayern Munchen akan ditinggal dua pemain seniornya di musim panas mendatang. Satu adalah Javi Martinez dan satunya lagi adalah David Alaba. Nama yang disebut terakhir pergi dengan tangisan di air matanya.

Itu wajar terjadi jika membandingkan Alaba dengan Martinez. Meski sama-sama senior Martinez bukan produk asli akademi Bayern karena ia datang dari Athletic Bilbao pada 2012, sementara Alaba alumni akademi.

Pemain berusia 28 tahun promosi dari Bayern Munchen II pada 2010 dan sejak saat itu mematenkan posisinya di lini belakang. Pengemas 79 caps dna 14 gol dengan timnas Austria telah berperan dari bek kiri, gelandang bertahan, hingga bek sentral.

Kontraknya habis di akhir musim 2020-2021 dan Alaba memutuskan pergi - rumornya menuju Real Madrid. Seraya berlinang air mata kala berbicara di laman resmi Bayern, Alaba pergi untuk keluar dari zona nyaman.

Baca Juga:

Alasan Real Madrid Tepat Jadikan Alaba Pengganti Ramos

Hansi Flick Angkat Kaki, Bayern Munchen Resmikan Julian Nagelsmann

3 Alasan Mengapa Bayern Munchen Tepat Boyong Julian Nagelsmann

David Alaba

"Selalu jadi hal yang sulit ketika sesuatu akan berakhir dan bukan rahasia lagi bahwa saya selalu merasa betah di sini. Jelas, saya meninggalkan Bayern dengan air mata berlinang, tetapi juga menantikan masa depan saya pada saat yang sama," ungkap Alaba.

"Itu bukanlah keputusan melawan klub, tapi saya memutuskan saya ingin melakukan sesuatu yang baru dan mengambil langkah maju."

"Untuk tumbuh, Anda harus meninggalkan 'zona nyaman' Anda - dan saya sengaja memberi tanda petik pada kata itu karena mungkin bisa disalahpahami.

"Di FC Bayern, ekspektasi di lapangan selalu ekstrem dari manajemen, di ruang ganti, atau dari diri Anda sendiri. Saya pikir mungkin Anda harus pergi ke tempat yang tidak diketahui untuk bisa menjadi dewasa lagi," yakin dia.

Zona Nyaman

Tidak salah David Alaba menyebut Bayern sebagai zona nyaman. Mudah baginya untuk tetap bertahan dengan tim yang selalu jadi unggulan juara Bundesliga, salah satu tim favorit memenangi Liga Champions. Tapi Alaba mengambil keputusan melakukan tantangan baru dengan klub lain.

Sejauh ini Alaba sudah tampil 420 kali untuk Bayern dan memenangi sembilan titel Bundesliga, enam DFB Pokal, serta dua titel Liga Champions.

"Saya tidak dapat mengatakan apakah Anda akan melihat saya menangis, tetapi saya pasti akan menangis di dalam hati. Saya harus berjuang melawan emosi saya baru-baru ini ketika kami melakukan pemotretan besar terakhir kami di Allianz Arena," imbuh Alaba.

"Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari penggemar kami selama bertahun-tahun. Saya selalu merasa memiliki hubungan khusus dengan mereka."

"Suatu kali di Frankfurt, seorang penggemar memanggil saya ke pagar, dan setelah itu kami melakukan kontak mata setidaknya setelah setiap pertandingan. Saya selalu bisa membayangkan diri saya di tribun Selatan karena saya berdiri di sana beberapa kali ketika saya masih remaja."

"Ini lucu bagaimana semuanya berubah. Saya adalah seorang ball boy dan, sebelum pertandingan di Liga Champions, juga salah satu anak laki-laki yang membuat gelombang dengan bendera bundar di lingkaran tengah ketika bintang-bintang muncul. Dan kemudian, saya seorang pemain di lapangan."