BolaSkor.com - PSG (Paris Saint-Germain) sangat layak dilabeli sebagai bintang di bursa transfer musim panas ini. Bagaimana tidak, Les Parisiens - selayaknya Chelsea musim panas lalu - jor-joran merekrut pemain.

Achraf Hakimi, Danilo Pereira, Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, Georginio Wijnaldum, hingga megabintang seperti Lionel Messi merapat ke Parc des Princes. Empat nama terakhir memang direkrut gratis, tetapi gaji mereka - khususnya Messi - tidaklah kecil.

Mereka semakin melengkapi skuad PSG arahan Mauricio Pochettino yang sudah kuat dengan adanya Neymar, Kylian Mbappe, Keylor Navas, Marquinhos, Marco Verratti, Mauro Icardi, dan Angel Di Maria.

Baca Juga:

Usai Boyong Lionel Messi, Prioritas PSG Kini Cuci Gudang

Baru Sebentar di PSG, Lionel Messi Sudah Digoda oleh David Beckham

Presiden Bayern Heran PSG 'Kebal' Aturan FFP

Sesi latihan PSG

Skuad bertabur bintang alias Los Galacticos dibentuk oleh Nasser Al-Khelaifi dan Leonardo untuk mewujudkan ambisi PSG: juara Liga Champions. Dua musim lalu mereka mencapai final namun kalah oleh Bayern Munchen.

Tiga laga pertama Ligue 1 musim ini diawali dengan kemenangan meyakinkan 2-1 atas Troyes, 4-2 kontra Strasbourg, dan 4-2 melawan Brest. Meski belum mencatatkan clean sheets, PSG pada akhirnya meraih tiga poin di tiga laga itu.

Bom Waktu Dalam Skuad PSG

Akan tapi di balik skuad bertabur bintang itu tersimpan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa memengaruhi suasana internal PSG. Sudah bukan rahasia lagi menangani skuad bertabur bintang tidaklah mudah.

Pelatih hanya bisa memainkan 11 pemain sebagai starter plus pemain-pemain pengganti dari bangku cadangan di satu laga. Itu artinya akan ada pemain yang tersisihkan, tidak bermain reguler, dan menjadi bagian sistem rotasi.

Pada titik itulah PSG menyimpan bom waktu. Pada posisi kiper misalnya, di tiga laga awal Ligue 1 Pochettino memainkan Keylor Navas, tetapi Donnarumma akan mengincar posisi itu dan ia tak terbiasa sebelumnya jadi cadangan di AC Milan.

Gianluigi Donnarumma dan Keylor Navas

"Itu keputusan yang harus kami buat di skuad ini yang terdiri dari 27 hingga 28 pemain. Hanya satu kiper main. Keputusan akan dibuat di tiap laga demi kepentingan grup," ucap Pochettino dikutip dari L'Equipe.

Cerita itu mengingatkan masa lalu PSG, tepatnya di musim 2016-2017 ketika ditangani oleh Unai Emery. PSG punya dua kiper bagus Kevin Trapp dan Alphonse Areola kala itu dan Emery memilih merotasi keduanya di ajang berbeda.

Hasilnya? PSG kalah dari Monaco dalam perburuan Ligue 1 dan juga disingkirkan di fase gugur Liga Champions. Sejauh ini gawang PSG yang dijaga Navas kebobolan lima gol dari tiga laga, posisinya terancam direbut oleh Donnarumma.

Persaingan yang kompetitif dan sehat bagus untuk tim, tetapi jika Pochettino tak dapat mengatasinya bukan tak mungkin ada pemain yang tidak bahagia karena jarang main, kemudian hal itu memengaruhi atmosfer ruang ganti pemain.