BolaSkor.com - Dua eks pesepak bola Premier League, Dimitar Berbatov dan Michael Owen, mengutarakan pendapatnya soal duel Chelsea melawan Manchester United. Menurut mereka, The Blues akan lebih unggul.

Manchester United akan melawat ke markas Chelsea pada laga lanjutan Premier League 2021-2022, di Stadion Stamford Bridge, Minggu (28/11). Chelsea diunggulkan meraih kemenangan mengingat performa gemilang dalam beberapa laga terakhir.

Romelu Lukaku dan kawan-kawan tidak pernah kalah dalam enam laga terakhir Premier League. Sementara itu, pada laga teranyar, Chelsea mengalahkan Juventus 4-0.

Baca Juga:

Junior Messias, dari Jasa Pengantar Barang hingga Pencetak Gol Krusial Milan di Liga Champions

Syarat AC Milan Lolos 16 Besar Liga Champions: Mungkin, tetapi Ruwet

Hasil Liga Champions: Milan Jaga Asa, Inter Lolos 16 Besar, City Bungkam PSG

Dimitar Berbatov pun setuju Chelsea lebih berpeluang menang daripada Manchester United. Berbatov mencoba melihat laga secara jernih tanpa memikirkan masa lalu bersama The Red Devils.

"Karena saya pernah bermain untuk Manchester United, sulit untuk tidak menjagokan mereka. Namun, ini adalah pekan yang berat untuk Man United dan menjadi tuntutan besar untuk ke Stamford Bridge setelah apa yang terjadi," ujar Berbatov pada Metro.

"The Blues punya rekor luar biasa selama beberapa pekan terakhir di Premier League. Mereka juga memecahkan rekor atas Juventus di Liga Champions pekan ini. Chelsea punya rentetan hasil positif yang hebat dalam penampilan impresif. Jadi, saya memilih Chelsea."

Hal senada diungkapkan Michael Owen. Meskipun pernah membela Manchester United, tetapi untuk kali ini sang striker memilih Chelsea.

"Michael Carrick meraih hasil yang diharapkan dari suporter pada pertengahan pekan. Walaupun, ujian kali ini akan lebih besar. Chelsea tampil luar bisa ketika menghadapi Juventus. Pertahanan mereka juga sulit ditembus," kata Owen.

"Saya pikir, Carrick akan memainkan Donny van de Beek dan Jadon Sancho lagi. Namun, Chelsea terlalu kuat. Saya memilih Chelsea akan meraih tiga poin."