BolaSkor.com - Bursa transfer musim panas ini sedikit berbeda dari musim-musim sebelumnya. Dikarenakan pandemi virus corona klub-klub Eropa terkena dampak secara finansial dan harus 'ikat pinggang' belanja pemain - tidak bisa belanja pemain seenaknya.

Terlepas dari Chelsea yang sudah menghabiskan 195 juta poundsterling lebih karena kecerdikan klub mengatur finansial sejak musim lalu, klub-klub lain relatif hati-hati bergerak di bursa transfer, tak terkecuali Real Madrid.

El Real lebih memilih menggunakan servis pemain mereka yang musim lalu jadi pemain pinjaman di klub lain seperti Andriy Lunin, Alvaro Odriozola, dan Martin Odegaard. Madrid baru akan membeli pemain jika mereka menjual pemain terlebih dahulu.

Jika menilik hal tersebut dan membandingkan dengan status Los Galacticos karena hobi Madrid merekrut bintang-bintang Eropa, sepinya transfer Madrid di musim panas tentunya jadi hal yang ironis. Belanja pemain mereka bahkan kalah dari tim muda Barcelona - Barcelona B.

Baca Juga:

Eduardo Camavinga Semringah Tolak Tawaran Real Madrid

Lionel Messi Cetak Gol Perdana untuk Barcelona Era Ronald Koeman dengan Cara Langka

Ronald Koeman Pastikan Masa Depan Philippe Coutinho, Luis Suarez Masih Digantung

Barcelona B

Menurut El Confidencial Barcelona B menghabiskan lebih banyak uang untuk merekrut pemain ketimbang Madrid. Mereka telah mengeluarkan 13 juta euro untuk merekrut Matheus Pereira (delapan juta euro), Gustavo Maia (4,5 juta euro), dan Moussa N'Diaye (500 ribu euro).

Barcelona B mengalahkan Real Madrid dan juga Real Betis yang belum mengeluarkan sepeser pun uang di bursa transfer musim panas ini. Kendati demikian sepinya transfer Madrid sudah diprediksi beberapa bulan lalu melalui ucapan Presiden Madrid Florentino Perez

"Ini bukan musim panas untuk perekrutan besar. Saya tidak tahu siapa yang akan membeli pemain dan saya tidak akan menilai siapa pun yang tidak (merekrut pemain). Setiap orang harus menghadapi situasi sebisa mereka," tutur Perez.

"Klub yang tidak menutup biaya terbesar mereka dengan penawaran televisi tetapi kami tidak melakukannya. Kami mendapatkan banyak uang melalui stadion dan dengan stadion kosong kami akan kehilangan sekitar 25 persen dari pendapatan kami," urai dia.