BolaSkor.com - Istanbul memiliki cerita bernama malam keajaiban Liverpool dan Manchester United akan selalu dikenang dengan comeback-comeback dramatis yang pernah mereka lakukan di Eropa, termasuk yang baru ini terjadi di Paris.

7 Maret 2019, Parc des Princes dengan kapasitas sebanyak 47.929 penonton penuh sesak dipadati fans PSG (Paris Saint-Germain) dan Manchester United. Di lautan manusia itu, nyaris tidak bisa dibedakan antara fans dengan legenda-legenda sepak bola yang menyaksikan pertandingan.

Leg dua 16 besar Liga Champions. PSG unggul agregat gol 2-0 dari Man United dan itu memiliki nilai dua gol tandang. Dalam sejarahnya, tidak pernah ada tim yang pernah melakukan comeback ketika tertinggal 0-2 dari leg pertama di laga kandang.

Red Devils datang dalam kondisi yang jauh dari kata ideal. Paul Pogba, bintang kebangkitan tim terkena sanksi akumulasi kartu. Kurang lebihnya 10 pemain utama United cedera dan Parc des Princes, selalu jadi benteng tangguh bagi PSG.

Baca Juga:

Sepak Bola Mubazir Ala Real Madrid dan PSG

Singkirkan PSG, Solskjaer Puji Habis Manchester United

Statistik Menarik Kemenangan Manchester United Atas PSG

Sesi pemanasan Manchester United

Modal Nekat. Hanya itu yang dibawa pasukan Ole Gunnar Solskjaer dari Manchester, plus modal delapan kemenangan tandang di seluruh kompetisi. Mason Greenwood, James Garner, Angel Gomes, dan Tahith Chong, adalah empat nama pemain muda yang disertakan dalam skuat untuk mengakali badai cedera pemain.

Sebelum laga dimulai, Solskjaer tidak pernah surut mengutarakan keyakinan dan kepercayaan akan potensi comeback anak-anak asuhnya. Kala itu, semuanya terasa bagaikan mimpi dan Solskjaer tidak lebih hanya terus menjaga rasa optimistis untuk membuat fans senang.

Tapi pemikiran seperti itu tidak pernah ada dalam benak pikiran Solskjaer dan Manchester United. Di kala publik berpikir, ucapannya hanya untuk membahagiakan fans, Man United dan Solskjaer benar-benar punya keyakinan di dalam kata-kata yang diucapkan sang manajer.

Dipimpin oleh Ashley Young, kaki-kaki pemain Man United melangkah dengan penuh keyakinan kala menginjak rumput basah di Parc des Princes. Hujan selalu dianalogikan sebagai berkah dari Tuhan. Dan malam itu, di Paris, berkah itu terjadi kepada Man United.

Ketika melihat susunan nama pemain, PSG turun dengan Kylian Mbappe, Angel Di Maria, Dani Alves, Thiago Silva, dan Gianluigi Buffon. Sedangkan Man United mengandalkan Marcus Rashford dan Romelu Lukaku di lini depan.

Sekilas, taktik Solskjaer cukup unik: 4-3-3, memainkan Andreas Pereira sebagai penyerang sayap, Ashley Young di tengah bersama Scott McTominay dan Fred, lalu Victor Lindelof jadi bek kanan.

Perdebatan tercipta karena taktik itu dan hanya bertahan selama ... dua menit.

Entah apa yang dipikirkan Thilo Kehrer, tanpa tekanan, dia melakukan back-pass ketika Silva sudah di luar posisi (out of position) dan Lukaku, yang sudah mencetak empat gol dalam dua laga terakhirnya, memotong bola, melewati Gianluigi Buffon dan mencetak gol pertama United. Gol cepat yang diharapkan tim tamu.

PSG tetap pada rencana bermain Thomas Tuchel: ofensif dan mengambilalih penguasaan bola. Ketekunan itu membuahkan hasil kala Juan Bernat mencetak gol di menit 12 dari skema yang apik: Mbappe berlari melewati bek-bek United dan melepaskan operan mendatar yang disambut Bernat.

Harapan Man United sempat menipis selepas gol Juan Bernat

Gol itu sedikit menurunkan antusiasme fans Man United, tapi tidak dengan keyakinan mereka akan potensi comeback yang selalu diucapkan Solskjaer. Semenjak saat itu, sisi kanan pertahanan United selalu diserang pemain PSG.

Juan Bernat, Angel Di Maria, berulang kali mengeksploitasinya dan membuat seluruh fans Man United di seluruh dunia tegang menyaksikannya. Man United bermain ala sepak bola Jose Mourinho: bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Momen tim tamu jarang tercipta. Tapi sekalinya ada sebuah momen, bek-bek PSG juga menampakkan kerapuhan, tidak seperti saat bermain di Old Trafford. Benar saja, Dewi Fortuna benar-benar sedang tersenyum untuk United.

Jika gol pertama karena blunder Kehrer, maka di gol kedua, United memanfaatkan blunder kiper veteran, Gianluigi Buffon, yang gagal menangkap bola sempurna dari sepakan Rashford dan Lukaku, bak harimau buas, langsung menyambarnya.

Kedudukan berubah menjadi 2-1 dan United masih tertinggal agregat gol 2-3 dari PSG. Kendati demikian, hasil sementara di papan skor itu cukup mengejutkan. Mungkin, Solskjaer hanya berkata di ruang ganti pemain "Teruskan permainan di paruh pertama. Kami bisa melakukannya (comeback)."