BolaSkor.com - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, membenarkan saat ini ada sembilan tim yang sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah pada lanjutan Liga 2 2020 yang akan digelar pada 17 Oktober sampai 5 Desember 2020.

Meski sudah mengajukan diri, namun PT LIB memberikan syarat kepada para tim yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah.

Salah satu syaratnya adalah setiap tim yang menjadi tuan rumah harus menanggung biaya oparsianal tim-tim yang berlaga kota tersebut. Mulai dari tes swab, transportasi, hingga akomodasi lainnya.

"Terkait dengan tim yang akan mengajukan diri menjadi tuan rumah itu belum fix, masih kita bicarakan ulang pada saat virtual meeting, kalau mereka tidak setuju dengan pembiayaan operasional tersebut maka akan kembali ke PT LIB dan nantinya PT LIB yang menentukan," kata Hadian saat dihubungi oleh BolaSkor.com, Sabtu (8/8).

Baca Juga:

PT LIB Kemungkinan Undi Tuan Rumah Babak Penyisihan Grup Lanjutan Liga 2 2020

Hasil Manager Meeting PT LIB: 18 Klub Komitmen Ikut Lanjutan Liga 1

"Jadi memang sembilan tim bersedia untuk jadi tuan rumah. Tapi nanti kita akan undi lagi. Tapi kalau ternyata tidak ada yang bersedia dengan apa yang kita bebankan ya akan kembali lagi ke kita, kota-kota mana saja yang akan menjadi tuan rumah. Nantinya akan kita pilih kota terdekat untuk menjadi tuan rumah di setiap grupnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Akhmad Hadian tidak mau ambil pusing terkait dengan stigma negatif bahwa setiap tim yang menjadi tuan rumah dan dengan menanggung semua biaya operasional akan masuk Liga 1.

Menurutnya itu tergantung bagaimana masyarakat yang menilai. Ia pun menjelaskan saat ini seluruhnya masih dikendalikan oleh PT LIB dari mulai wasit dan perangkat pertandingan lainnya. Jadi tidak mungkin ada indikasi bahwa yang jadi tuan rumah akan masuk langsung ke Liga 1.

Baca Juga:

PT LIB Pastikan Kick Off Liga 2 Akan Digelar pada 17 Oktober 2020

Pandemi Corona Paksa Persela Gandeng Apparel Baru Musim Depan

"Semua itu kan hanya mengurus urusan penginapan, transportasi dan sebagainya. Tapi kalau untuk wasit, perangkat pertandingan semua itu yang urus tetap LIB, termasuk peraturan pertandingan semua kan kita yang urus," ujar Hadian.

"Kalau saya rasa itu tidak masuk dalam urusan pengaturan untuk siapa yang jadi tuan rumah itu bisa masuk ke Liga 1. Karena semua urusan pertandingan semuanya itu LIB yang atur."

"Ketika mereka membiayai kan tujuannya kan bisa saja ke pariwisata untuk ekonomi. Tapi ini keliatan juga, saya sih merasa masih perlu dibicarakan kepada mereka soal tuan rumah ini. Saya kebayang kalau tuan rumah nangung biaya operasional pasti akan dikembalikan lagi ke LIB," pungkas Hadian.

Sementar itu, salah satu kontestan Liga 2, Cilegon United pun tidak masalah dengan apa yang dilakukan oleh PT LIB terkait dengan masalah tuan rumah. Karena menurut mereka tuan rumah empat tim yang lolos dua tim jadi akan sulit juga untuk tuan rumah bisa lolos ke Liga 1.

"Sekarang kalau Cilegon United santai saja, karena memang belum mau lolos tahun ini. Kalau dipikir juga empat tim tuan rumah dan yang lolos cuma dua pasti sulit juga dengan mereka biayai seluruh tim," kata Sekretaris Tim Cilegon United, Henry Arifianto kepada BolaSkor.com.