BolaSkor.com - Tertundanya pelaksanaan Olimpiade 2020 hingga setahun karena pandemi virus corona bisa memunculkan polemik baru khususnya di cabang sepak bola putra. Sejumlah pemain bintang kini terancam batal memperkuat negaranya karena terbentur regulasi.

Setiap negara yang berlaga di Olimpiade cabang sepak bola putra hanya boleh memainkan para pemain berusia di bawah 23 tahun dengan tambahan tiga pemain senior. Jika mengacu jadwal semula maka pemain U-23 yang dapat berpartisipasi di ajang ini adalah mereka yang lahir setelah 1 Januari 1997.

Namun dengan ditunda selama setahun, regulasi itu tentu bisa berubah karena pemain U-23 yang dapat tampil maksimal kelahiran 1 Januari 1998 atau setelahnya. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari FIFA ataupun Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait polemik ini.

Baca Juga:

Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Indonesia Hargai Keputusan IOC

Olimpiade Tokyo 2020 Resmi Ditunda, KOI Minta IOC Perjelas Hal Teknis

Serie A Terancam Rugi Belasan Triliun jika Kompetisi Dihentikan

Polemik ini mendapat perhatian dari pelatih Timnas Olimpiade Australia, Graham Arnold. Ia meminta batas usia untuk cabang sepak bola ditambah demi menghormati perjuangan pemain yang berlaga sejak babak kualifikasi.

"Ini (sepak bola putra) mungkin satu-satunya cabang olahraga di Olimpiade yang memiliki batas usia dan Anda berharap FIFA dan IOC mempertimbangkan bahwa, untuk satu Olimpiade, kelompok usia ditambah sehingga para pemain memiliki kesempatan untuk memenuhi impian dan pencapaian mereka," kata Arnold dilansir dari Reuters.

Para pemain kelahiran 1997 pun terancam batal tampil jika regulasi pemain U-23 tidak diubah. Berikut BolaSkor.com jabarkan lima nama di antaranya:

1. Gabriel Jesus (3 April 1997)

Gabriel Jesus

Gabriel Jesus tentu dipersiapkan untuk memimpin Timnas Brasil dalam gelaran pesta olahraga empat tahunan tersebut. Ketajamannya diharapkan bisa membantu Tim Samba mempertahankaan medali emas yang direbut pada edisi Olimpiade sebelumnya.

Dari segi pengalaman, Jesus tak perlu diragukan lagi. Ia sudah terbiasa tampil dalam laga-laga besar bersama Manchester City.

2. Gerson Santos Da Silva (20 Mei 1997)

Gerson

Nama Gerson Santos Da Silva mungkin masih belum familiar di telinga pecinta sepak bola. Namun gelandang Flamengo itu mampu mencuri perhatian seorang Jose Mourinho yang berusaha memboyongnya ke Tottenham Hotspur.

Salah satu keistimewaan Gerson adalah mampu tampil di berbagai posisi di lini tengah. Ia juga merupakan salah satu tulang punggung Flamengo dan sempat tampil di Piala Dunia Antarklub akhir tahun lalu.

3. Ousmane Dembele (15 Mei 1997)

Ousmane Dembele

Ousmane Dembele merupakan salah satu talenta berbakat yang dimiliki Timnas Prancis. Duetnya dengan Kylian Mbappe bisa menjadi senjata utama tim berjuluk Ayam Jantan untuk menggondol medali emas. Apalagi dia punya pengalaman menjuarai Piala Dunia 2018.

Selain regulasi, Dembele sebenarnya juga terancam absen di Olimpiade karena faktor cedera. Saat ini ia sudah dipastikan akan absen hingga akhir musim karena alasan tersebut.

4. Malcom Filipe Silva de Oliviera (26 Februari 1997)

Malcom

Malcom Filipe Silva de Oliviera sebenarnya bisa menjadikan ajang Olimpiade 2020 sebagai momen untuk memperbaiki reputasinya. Namanya memang mulai meredup seiring kepindahannya ke Zenit Saint Petersburg musim panas lalu.

Performa Malcom sendiri belum maksimal di Zenit. Sama seperti Dembele, ia harus absen lama karena mengalami cedera.

5. Lautaro Martinez

Lautaro Martinez

Lautaro Martinez harusnya menjadi salah satu pemain yang paling dinantikan aksinya pada gelaran Olimpiade 2020. Penampilan bomber Inter Milan itu memang mengesankan musim ini dengan sudah membukukan 16 gol di berbagai ajang.

Penampilan Martinez bersama Timnas Argentina juga tak kalah cemerlang dengan mencetak 9 gol dari 17 laga. Tak heran jika Barcelona sangata bernafsu untuk mendapatkan jasanya.