BolaSkor.com - Era Josep Maria Bartomeu sebagai Presiden Barcelona diwarnai dengan banyak cerita, termasuk salah satu di antaranya cerita mengenai menumpuknya hutang Barca hingga menjadi masalah finansial.

Bartomeu memimpin Barcelona dari 2014, menggantikan Sandro Rosell, hingga 2020 sebelum mengundurkan diri. Mundurnya Bartomeu tak lepas dari skandal Barcagate kala ia membayar untuk menyewa perusahaan 13 Ventures.

Itu dilakukan untuk menjaga imej klub di media sosial, dan kampanye tersebut dilakukannya untuk menyerang pemain-pemain bintang klub yang berbeda pendapat darinya. Bartomeu sempat diperiksa oleh polisi.

Bartomeu mundur dan Joan Laporta menggantikannya. Lantas, apakah itu semua membuatnya kapok? Tidak juga. Bartomeu bahkan terang-terangan menuturkan siap mencalonkan dirinya lagi sebagai calon Presiden Barcelona di masa depan.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan: Barcelona Kembali ke Jalur Kemenangan, Juventus Tekuk Roma

Laporta: Keuangan Barcelona Terburuk Sepanjang Sejarah

Ansu Fati, Harapan Barcelona Jelang El Clasico

Josep Maria Bartomeu

"Saya akan mengajukan diri untuk pemilihan lagi," kata Bartomeu kepada Esport3. "Saya telah menghabiskan 12 musim bersama klub, dengan (Joan) Laporta, (Sandro) Rosell dan kemudian sebagai presiden sendiri."

"Sebagai cule (fans Barcelona), itu sangat berharga. Itu diubah oleh COVID. Sejak saat itu, itu adalah momen-momen berbahaya."

Evaluasi dan Transfer

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Bartomeu juga menyesali keputusannya tidak mengubah skuad atau mengevaluasi usai kalah dari Liverpool di Liga Champions 2018-2019.

"Tidak mengevaluasi hal-hal setelah kekalahan Liverpool adalah sebuah kesalahan. Kami harus memiliki perubahan generasi," imbuh Bartomeu.

"Saya mendengarkan para pemain dan saya salah. Kami berada di batas keuangan kami dan kemudian pandemi mengejutkan kami semua."

Di era Bartomeu juga transfer-transfer dengan nominal besar terjadi, belum lagi dengan gaji tinggi yang menyebabkan masalah pada finansial Barcelona.

“Proposal (Kylian Mbappe) sudah di depan mata, tetapi para pelatih lebih suka (Ousmane) Dembele karena mereka menginginkan pemain yang bisa membuka ruang," ungkap Bartomeu.

“Beberapa dari mereka yang kami rekrut belum memenuhi harapan. Ada pemain yang menghabiskan banyak uang, tetapi hal ini terjadi dalam sepak bola. Ketika dua pemain ini (Dembele dan Philippe Coutinho) direkrut, mereka mendapatkan tepuk tangan dari semua orang."

“Coutinho datang karena (Andres) Iniesta pergi. Dia adalah pemain terbaik Premier League. Dembele datang karena kepergian Neymar."

“Adapun (Antoine) Griezmann, para pelatih memintanya dan bersikeras untuk merekrutnya selama satu tahun, mereka pikir dia penting untuk didatangkan karena Luis Suarez banyak cedera musim lalu. Dia adalah penyerang yang berbeda, bintang global, dan pemain tim," pungkas dia.