BolaSkor.com - Manajer Tottenham Hotspur, Antonio Conte, memberikan penilaian yang jujur mengenai posisi klubnya sebagai kuda hitam persaingan titel Premier League. Conte menilai Tottenham belum selevel dengan Liverpool dan Manchester City.

Start Tottenham sedianya cukup bagus sejauh ini dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang, tanpa kalah, dari lima laga Premier League. Menempatkan mereka di bawah Arsenal dan Manchester City di urutan tiga klasemen.

Fabio Paratici, Direktur Olahraga Tottenham, bergerak dengan baik di bursa transfer musim panas 2022 dengan merekrut Richarlison, Yves Bissouma, Destiny Udogie, Djed Spence, Ivan Perisic, Ryan Forster, dan Clement Lenglet.

Total, termasuk mempermanenkan kontrak Cristian Romero dari Atalanta sebesar 50 juta euro, Tottenham mengeluarkan 170 juta poundsterling di bursa transfer pemain. Kendati demikian Conte menilai timnya belum siap bersaing merebutkan titel liga.

Baca Juga:

Chelsea 2-2 Tottenham: Lahirnya Konflik Thomas Tuchel dan Antonio Conte

Meski Telah Disanksi FA, Perdebatan Thomas Tuchel dan Antonio Conte Terus Berlanjut

FA Berikan Hukuman Berbeda untuk Thomas Tuchel dan Antonio Conte

"Pada jendela transfer ini kami melakukan apa yang bisa dilakukan klub. Dan saya pikir kami melakukan hal-hal baik," ucap Conte seperti dilansir dari Standard Sports.

“Tetapi saya harus jujur kepada Anda karena jika saya melihat skuad lain dari tim papan atas, jaraknya masih terlalu jauh. Dan untuk alasan ini kami harus tahu bahwa kami baru saja memulai proses ini untuk mencoba meningkatkan skuad."

“Di jendela transfer ini kami mencoba melakukan ini dan juga pada Januari, dengan Rodrigo Bentancur dan Dejan Kulusevski. Yang pasti untuk menjadi kompetitif, berjuang untuk menjadi penantang gelar, tetapi juga untuk mendapatkan tempat di Liga Champions, Anda membutuhkan setidaknya tiga jendela transfer lebih banyak sebelum berkembang dan berada di level yang sama dengan klub top lainnya."

Tottenham salah satu klub dengan jadwal padat dan sampai jeda Piala Dunia 2022 pada pertengahan November, Conte pun akan dipaksa merotasi pemain dan ia sudah siap dengan potensi cedera pemain, sebab melakukan rotasi di ajang seperti Liga Champions tidak mudah.

"Ketika Anda memainkan begitu banyak pertandingan dalam waktu singkat, pasti Anda harus memahami bahwa mungkin Anda harus menghadapi cedera. Untuk alasan ini, penting untuk memiliki skuad penting untuk menghadapi empat kompetisi," tambah Conte.

"Kami akan bermain di Liga Champions, bukan Liga Europa atau Conference League. Liga Eropa atau Conference League, Anda dapat membiarkan diri Anda melakukan rotasi besar."

"Ketika Anda pergi di Liga Champions, Anda harus pergi dengan tim yang kuat dan pasti tugasnya lebih sulit. Tapi, ini adalah kesempatan bagus bagi saya, untuk klub, untuk memahami jika kami melewatkan sesuatu."

“Kami menuju ke arah yang benar untuk kapasitas klub saat ini untuk menginvestasikan uang. Kemudian kami harus realistis untuk memahami bahwa ada klub yang berbeda: klub yang dapat menginvestasikan banyak uang, klub lain yang dapat berinvestasi normal," urai Conte.