BolaSkor.com - FC Bayern Munchen menutup musim 2019-20 dengan treble winners kedua bersejarah. Pasca memastikan titel Bundesliga dan DFB Pokal Die Roten menyempurnakannya dengan trofi Liga Champions 2019-2020.

Bayern mengalahkan PSG (Paris Saint-Germain) di fase final yang dihelat di Estadio da Luz, Senin (24/08) dini hari WIB melalui kemenangan 1-0 dari gol tunggal yang dicetak Kingsley Coman di menit 59.

Kemenangan itu memastikan Bayern sebagai satu-satunya tim juara Liga Champions yang punya rekor 100 persen: tak pernah kalah dan selalu meraih kemenangan. Pelatih Bayern, Hans-Dieter Flick memenangi titel ketiganya sebagai pelatih klub.

Baca Juga:

7 Fakta Menarik di Balik Kesuksesan Bayern Munchen Juarai Liga Champions 2019-2020

PSG 0-1 Bayern Munchen: Die Roten Juara Liga Champions dengan Rekor 100 Persen

Kingsley Coman, Pahlawan Bayern Munchen dan Penghancur Mimpi Klub Kota Kelahirannya

Hansi Flick

Sejak ditunjuk menggantikan Niko Kovac pada November 2019 eks pemain Bayern itu telah berhasil memenangi tiga trofi. Rata-rata Flick selalu mempersembahkan gelar setiap 12 laga sekali. Catatan impresif untuk pria yang juga pernah jadi asisten pelatih timnas Jerman itu.

Flick (55 tahun) kini telah bergabung dengan klub spesial pelatih-pelatih yang memenangi Liga Champions di musim debutnya menangani tim. Selain Flick berikut Bolaskor.com menjabarkan nama-nama lainnya:

1. Roberto Di Matteo

Roberto Di Matteo

Sebelum Flick ada Roberto Di Matteo kala melatih Chelsea pada musim 2011-2012. Di Matteo pada awalnya asisten manajer namun naik pangkat jadi manajer ketika The Blues mendepak Andre Villas-Boas pada Maret 2020.

Siapa sangka pergantian itu berbuah manis dengan raihan double winners Chelsea. John Terry dkk menang 2-1 atas Liverpool di final Piala FA dan mengalahkan Bayern Munchen via drama adu penalti di final Liga Champions setelah laga berakhir imbang 1-1 di waktu normal.

Itu semua terjadi dalam waktu dua bulan Di Matteo melatih Chelsea. Sayang di musim berikutnya Di Matteo juga dipecat Chelsea karena awal musim yang buruk.

2. Luis Enrique

Luis Enrique

Usai menangani AS Roma dan Celta Vigo dari medio 2011-2014 setelah sebelumnya melatih Barcelona B, Luis Enrique mengambil kursi kepelatihan Barcelona pada 2014. Musim pertama Enrique berbuah manis.

Barcelona meraih treble winners kedua setelah pertama kali meraihnya bersama Pep Guardiola pada 2009. Enrique memenangi Copa del Rey, LaLiga, dan Liga Champions dengan kekuatan utama Barca ada pada trisula lini depan yang berisikan Neymar, Luis Suarez, dan Lionel Messi.

Barcelona menang 3-1 atas Juventus di final Liga Champions 2015 dan melengkapi treble klub. Enrique kini membesut timnas Spanyol.

3. Pep Guardiola

Pep Guardiola

Pendahulu Enrique yang mempersembahkan treble winners untuk Barcelona pada musim 2008-09. Tidak sekedar jadi juara LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions, Barca arahan Pep Guardiola juga bermain ofensif dan menghibur penonton dengan gaya main terkenal mereka tiki taka.

Pada partai puncak Liga Champions 2009 Barcelona mengalahkan Manchester United besutan Sir Alex Ferguson dengan skor 2-0. Guardiola setelahnya melatih di Barca hingga 2012, lalu pada 2013-2016 melatih Bayern Munchen, dan kini melatih Manchester City.

4. Rafael Benitez

Rafael Benitez

Liverpool menjadikan Rafael Benitez sebagai manajer asal Spanyol pertama yang melatih di Premier League pada musim 2004-2005. Sebelumnya Benitez membesut Valencia. Di awal kedatangannya Benitez memberikan warna Spanyol dalam skuat The Reds.

Luis Garcia dan Xabi Alonso datang ke Anfield, Jamie Carragher jadi bek tengah tangguh bersama Sami Hyypia di bawah arahan Benitez. Kepergian Michael Owen ke Real Madrid tak bisa dicegah, namun akhir musim Liverpool berakhir manis di Eropa.

Liverpool berbalik menang via drama adu penalti melawan AC Milan di final Liga Champions 2005 setelah sempat tertinggal 0-3 dan kemudian imbang 3-3. Keajaiban di malam itu dikenang sebagai malam magis Istanbul.

Rafael Benitez kini melatih Dalian Professional setelah sempat membesut Inter Milan, Chelsea, Napoli, Real Madrid, dan Newcastle United.

5. Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti

Tidak percuma Real Madrid menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala pada 2013. Berkat pengalaman segudangnya yang dipenuhi kesuksesan meraih trofi bersama AC Milan, Chelsea, PSG, El Real mampu mengakhiri penantian titel Liga Champions.

Madrid meraih titel Liga Champions ke-10 (La Decima) ketika menang telak 4-1 atas rival sekota, Atletico Madrid di final yang berlangsung di Estadio da Luz.

Karier Ancelotti di Madrid bertahan hingga 2015 dan setelahnya membesut Bayern Munchen, Napoli, dan kini bersama Everton.

Mantan asisten pelatihnya kala itu, Zinedine Zidane juga memenangi titel Liga Champions di musim pertamanya membesut Madrid pada musim 2015-16.

Selain nama-nama di atas pelatih lainnya yang juga mempersembahkan trofi Liga Champions di musim debutnya adalah: Jose Villalonga, Miguel Munoz, Ernst Happel, Stefan Kovacs, Dettmar Cramer, Tony Barton, Joe Fagan, Guus Hiddink, Ljupko Petrovic, Jupp Heynckes, dan Vicente Del Bosque.